EDISI 228/DESEMBER 2017

PESAN GEMBALA

JADIKAN GENERASI INI UMAT YANG LAYAK BAGI TUHAN

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, Kita akan membuka Alkitab dari Lukas 1:13-17, ini adalah kisah tentang kelahiran Yohanes pembaptis. Yohanes pembaptis adalah seorang nabi yang diutus untuk mendahului kedatangan Tuhan Yesus untuk yang pertama kalinya ke dalam dunia ini, tugasnya adalah untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Yohanes yang penuh Roh Kudus dalam kandungan ibunya, dia berjalan dalam roh dan kuasa Elia, dan dia mulai menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.

Ada 3 hal yang dia lakukan, yaitu:
1.  Membuat banyak orang Israel berbalik kepada Allah mereka.
2.  Membuat banyak orang-orang yang durhaka kepada pikiran-pikiran orang yang benar.
3. Membuat hati-hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya.

TUGAS GEREJA SAAT INI
Dulu, untuk menyambut kedatangan  Tuhan Yesus yang pertama kali, Yohanes pembaptis diberi tugas untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Sekarang, kita juga sedang menantikan kedatangan Tuhan Yesus ke dunia ini untuk keduakalinya. Dan seperti halnya Yohanes pembaptis, kita Gereja-Nya, yaitu Saudara dan saya, juga diberi tugas untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Tugas ini sangat penting, sebab Tuhan Yesus akan datang segera! Kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat... sangat... dekat.  
Seperti halnya Yohanes Pembaptis, ada 3 hal yang harus Gereja lakukan, yaitu:
1. Gereja harus membuat banyak orang-orang yang belum percaya menjadi percaya Tuhan Yesus.
2. Gereja harus membuat banyak orang-orang Kristen yang tidak berjalan sesuai dengan Firman Tuhan, untuk bertobat kembali.
3. Gereja harus membuat banyak hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya.

Selama ini, kita hanya menekankan pada poin 1 dan 2 saja. Tetapi hari ini Tuhan mengingatkan kita satu hal yang setara dengan yang 2 tadi, yaitu membuat hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.
Bagaimana kita bisa menyelesaikan tugas besar ini? Kita bisa melihat seperti Yohanes pembaptis:
• Yohanes Pembaptis penuh Roh Kudus sejak dalam kandungan ibunya. Itu artinya Gereja Tuhan harus dipenuhi Roh Kudus.
•  Dia berjalan dalam roh dan kuasa Elia. Itu artinya Gereja Tuhan harus berjalan dalam roh dan kuasa Elia, yaitu tegas! Tidak ada kompromi terhadap dosa, terhadap  daya tarik dunia, terhadap sifat kedagingan.

Saudara, ini adalah tugas kita. Sebelum Tuhan Yesus datang untuk keduakalinya, Tuhan Yesus ingin kita melakukan ini:

I. MEMBUAT BANYAK ORANG YANG BELUM PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS MENJADI PERCAYA DAN BERTOBAT.

Saudara, Amanat Agung Tuhan Yesus jelas ditujukan kepada kita...
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20).
Itu adalah tugas yang diberikan Tuhan kepada kita, dan sebagai alat yang Tuhan berikan kepada kita untuk melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus, yaitu melalui RESTORASI PONDOK DAUD. Jika Saudara membaca Kis 15:15-18, disitu dengan jelas dikatakan bahwa Tuhan sendiri yang akan merestorasi Pondok Daud. Perhatikan ayat berikut:
“Supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan semua ini,…” (Kis 15:17).
Jelas dikatakan bahwa Tuhan sendiri yang akan merestorasi Pondok Daud! Tujuannya adalah supaya setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, supaya terjadi penuaian jiwa besar-besaran!

RESTORASI PONDOK DAUD
Saudara, dalam 25 tahun pertama Tuhan memberikan definisi tentang Pondok Daud, yaitu berbicara tentang doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Kita telah lakukan dengan membuat menara doa dan hidup intim dengan Tuhan. Lalu Tuhan mulai bukakan hal-hal apa yang harus kita lakukan supaya terjadi penuaian jiwa besar-besaran sbb :
Tahun 1993
Berarti 5 tahun setelah gereja ini ditanam oleh Tuhan, Tuhan berikan ayat visi:
Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu  akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota sunyi.” (Yesaya 54:2-3)
Pada waktu itu saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, ini maksudnya apa?” Dan Tuhan mulai membimbing, “Itu artinya kamu harus membuka gereja baru.” Maka dimulailah gereja ini banyak membuka gereja baru.

Tahun 1996
Ketika saya membaca buku dari Peter Wagner, ada satu kalimat yang menjadi rhema buat saya. Kalimatnya berkata begini, “Penginjilan yang paling efektif yaitu dengan cara membuka gereja baru.”
Wow! Itu masuk ke dalam pikiran saya terus, “Buka gereja baru….buka gereja baru…! Bagaimana caranya, Tuhan?”. Dan Tuhan tuntun, “Kamu kan punya Family Altar (FA yang sekarang adalah Cool), kamu ambil saja 3 FA menjadi 1 gereja, 5 FA jadi 1 gereja, 7 gereja menjadi 1 gereja, 10 FA menjadi 1 gereja.” Dan saya lakukan itu. Apa yang terjadi? Dalam tempo kurang dari 2 tahun, sekitar 200 gereja ditanam! Tapi itu tidak mudah, sebab banyak tantangan yang saya harus hadapi. Tapi saya percaya itu semua adalah proses.

Tahun 2002
Salah satu pendoa syafaat kita yang bernama Ibu Briggita, dia mendapat penglihatan tentang saya berada di sebuah stasiun dengan memakai jas, itu artinya saya sedang tugas, tiba-tiba ada suara yang berkata: “Change destination!...Change destination!...” Penglihatan itu kemudian disampaikan kepada saya dan saya mendapat pengertian, “Wah, ini ada petunjuk pasti ada suatu perubahan dari arah pelayanan saya.” Dan ternyata benar! Tidak lama setelah itu kemuliaan Tuhan seperti yang dituliskan dalam Yohanes 17, yaitu kemuliaan Tuhan yang membuat kita jadi satu, turun ke atas saya. Saudara jangan membayangkan kemuliaan ini berupa kemuliaan yang seperti biasa dialami orang, sebab ini datang dalam rupa tekanan-tekanan yang terjadi dalam pelayanan dan hidup saya, rasanya saya tidak tahan lagi.
Kemudian saya datang kepada Tuhan, “Tuhan, ampuni saya….saya tidak tahan, Tuhan. Ini apa? Ada apa, Tuhan? Ada apa?”. Dan Tuhan menjawab, “Niko, selama ini Aku lihat, kamu sombong! Kamu arogan!” Wah, saya tidak mau berdebat dengan Tuhan. Tidak ada orang yang merasa dirinya sombong, “Saya tidak sombong, saya ini rendah hati”, itu menurut kita sendiri, tetapi Tuhan waktu itu jelas, mungkin karena saat itu suksesnya luar biasa dalam menanam gereja yang begitu cepat pertumbuhannya sehingga saya tidak sadar bahwa saya telah sombong dan arogan.
Lalu Tuhan berkata, “Sekarang Aku berikan kamu dua tugas. Yang pertama, turunkan nama gerejamu yang kamu bangga-banggakan selama ini. Dan yang kedua, kamu datang kepada gereja-gereja dan hamba-hamba Tuhan untuk minta maaf”. Saya lakukan dengan segenap hati, tidak ada motivasi lain, bahkan saya masih melakukannya sampai hari ini. Kemudian apa yang terjadi? Waktu itu tiba-tiba roh rekonsiliasi turun di Indonesia, baik antara saya dengan mereka maupun di antara mereka. Dan di tengah-tengah rekonsiliasi, apa yang terjadi? Roh doa turun melanda Indonesia! Dimulailah transformasi untuk Indonesia terjadi! Saudara, kalau kita melihat dari Yohanes 17, jelas bahwa unity itu adalah faktor utama untuk terjadinya penuaian jiwa besar-besaran.

Tahun 2006
Tuhan mulai berikan pelayanan tentang “Healing Movement”. Saudara, Healing Movement yang kita lakukan sampai sekarang ini sudah 11 tahun dan sudah diadakan sebanyak 290 kali! Sudah bukan rahasia lagi bahwa melalui pelayanan ini banyak orang-orang yang bertobat, banyak orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Melalui pelayanan ini, baik yang di lapangan maupun yang di rumah-rumah melalui siaran televisi, ada banyak dampak yang seperti itu, yaitu banyak orang-orang yang bertobat dan disembuhkan Tuhan!

Tahun 2013
Gereja kita berumur 25 tahun 2013 ini dan pada saat itu Tuhan menyempurnakan arti daripada Pondok Daud. Pondok Daud adalah mempersiapkan prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa, yang mem-punyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam dan melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini.  Dan bukan kebetulan di tahun 2013 Tuhan berbicara kepada saya bahwa Tuhan sudah mulai mencurahkan Roh-Nya secara luar biasa dan Pentakosta ke-3 mulai terjadi!
Saudara, kita sedang memasuki Pentakosta yang ke-3! Kita sedang memasuki penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Saudara mau dipakai Tuhan? Jika mau, Saudara harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa. Artinya, kita harus keluar sebagai pemenang! Dan mempunyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam, yaitu intim dengan Tuhan. Karena kita intim dengan Tuhan, maka kita akan keluar sebagai pemenang! Karena intim dengan Tuhan, maka kita akan melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini! Dan kalau itu dilakukan maka akan terjadi penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua.

II. MEMBUAT BANYAK ORANG YANG SUDAH PERCAYA TAPI HIDUPNYA TIDAK SESUAI DENGAN FIRMAN TUHAN BERTOBAT DAN KEMBALI MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN.

Kalau kita membaca Wahyu 2 dan 3, itu pesan Tuhan kepada 7 gereja-Nya. Ini bukan berarti pesan Tuhan hanya kepada 7 gereja pada waktu itu saja, karena 7 gereja ini berbicara tentang gereja sepanjang masa, termasuk gereja masa kini, yaitu kepada Saudara dan saya.
Disitu Tuhan Yesus berpesan dan menunjukkan apa yang Dia suka dan apa yang Dia tidak suka. Dan melalui pesan ini ternyata pada saat itu banyak orang Kristen yang hidupnya melakukan apa yang Tuhan tidak sukai. Tuhan berkata, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat. Dan barangsiapa menang (artinya melaku-kan apa yang Tuhan Yesus suka), hanya pemenang-pemenang ini yang masuk Sorga!”  Amin!

MENJADI SEORANG PEMENANG
Saudara dengar baik-baik, jangan diombang-ambingkan dengan pengajaran-pengajaran yang lain. Saudara teguhlah berpegang pada pengajaran yang pegang saat ini, ingat hanya para pemenang yang masuk Sorga!
Apakah Saudara mau menjadi pemenang? Ini yang Tuhan Yesus katakan tentang pemenang :

1. Orang yang memiliki kasih yang mula-mula.

Saudara harus cek setiap hari, “Kasihku kepada Tuhan apakah seperti dulu pada waktu aku baru bertobat?”. Yang begitu bergairah dengan Tuhan, bergairah membaca Alkitab, bergairah berdoa dan memuji  Tuhan. Apakah masih seperti itu? Saudara harus cek, sebab pemenang adalah seperti itu.

2.Bukan orang yang mati rohani

Secara lahiriah tampaknya mereka hidup dan aktif serta memiliki keberhasilan dan kerohanian yang baik. Bisa jadi memiliki penyembahan yang menarik tapi bukan dari kuasa dan kebenaran Roh Kudus. Saya berdoa, tidak ada seorang pun di sini yang mati rohani. Orang yang mati rohani tidak ada yang tahu, seperti biasa saja, duduk di gereja tetapi sesungguhnya keadaannya seperti itu. Tetapi saya percaya di sini tidak ada yang seperti itu. Amin!

3.Bukan orang yang suam-suam kuku

Saudara, definisi dari suam-suam kuku dan mati rohani adalah orang Kristen yang hidupnya berkompromi dengan dunia dan sama dengan orang dunia. Kristen tetapi kerohaniannya payah.
Kalau punya kriteria seperti ini artinya adalah orang yang kalah dan bukan pemenang. Saya pernah sangat kaget ketika mendengar laporan hasil riset dari Barna Research Group. Riset ini disampaikan presiden Barna Research sendiri, yang bernama George Barna, pada tahun 1977 yang lalu mengenai sebuah sebuah penelitian yang komprehensif dimana mereka mem-bandingkan keyakinan, sikap, nilai-nilai dan tingkah laku orang percaya dan yang tidak percaya. Apa hasilnya? Hasilnya adalah sbb :
“Sangat sulit bagi orang yang belum percaya untuk memahami kekristenan, karena hanya ada sedikit orang-orang Kristen lahir baru yang meneladani iman yang Alkitabiah. Pengetahuan Alkitab orang-orang Kristen lahir baru adalah kombinasi dari unsur-unsur Alkitab dan hikmat dunia yang dicampur menjadi bubur teologi yang menjijikkan!”.
Itu adalah tugas Gereja, yaitu Saudara dan saya untuk membuat orang-orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan firman Tuhan kembali kepada kebenaran dan bertobat.

4.Pemenang

Para pemenang adalah orang yang tidak meninggalkan imannya yang Alkitabiah hingga akhir. mereka adalah orang-orang mengikuti dan berjalan sesuai dengan firman Tuhan sepanjang hidupnya. Para pemenang adalah mereka yang tidak bersikap toleran kepada para pemimpin termasuk gembala, pendeta, guru, pekerja awam yang amoral.
Pada waktu itu ada ajaran Nikolaus, Bileam, Izebel dan ada yang toleran, “Ah, tidak apa-apa, ikuti saja.” Hati-hati sebab itu diperhitungkan! Orang yang toleran itu bukan pemenang, tetapi kalau pemenang akan berkata, “Wah, aku tidak mau ikut dia. Memang namanya pendeta, tetapi dia amoral, hidupnya tidak benar!”. Pemenang adalah orang yang tidak menukar kerohanian yang sejati, yaitu kekudusan, kebenaran, hikmat rohani dengan kesuksesan secara duniawi.
Bukan rahasia lagi apalagi hari-hari ini, banyak orang yang menukar kesuksesan secara duniawi dengan kekudusan dan kebenaran. “Oh, tidak apa-apa tidak hidup kudus, tidak hidup benar sesuai Firman, tidak apa-apa. Pokoknya sukses secara duniawi!”. Ini bukan pemenang! Tetapi saya percaya, Saudara semua di tempat ini yang keluar sebagai pemenang

III. MEMBUAT BANYAK HATI BAPA-BAPA BERBALIK KEPADA ANAK-ANAKNYA DAN ANAK-ANAK KEPADA BAPA-BAPANYA.

Apa yang dimaksudkan dengan hati bapa berbalik kepada anak-anaknya? Sesuai dengan perkataan Paulus dalam Efesus 6:4, Kolose 3:21 dan juga perintah Allah dalam banyak Perjanjian Lama, bahwa orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya supaya mereka hidup berkenan kepada Allah. Tadi pagi ada 4 anak yang diserahkan di sini. Saya selalu berdoa setiap kali menyerahkan anak-anak, “Tuhan, berikan hikmat kepada orang tua supaya mendidik anak-anak ini untuk selalu takut kepada-Mu.”  Sebab ini penting! Sesuai dengan Alkitab katakan bahwa orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya supaya hidupnya berkenan kepada Allah. Untuk itu apa yang harus dilakukan?
1.  Orang tua harus mengajar, menegur anak-anaknya sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
2.  Orang tua harus menjadi teladan melakukan hal yang sesuai dengan iman yang Alkitabiah.
3. Orang tua harus memprioritaskan untuk keselamatan kekal anak-anaknya dibanding pekerjaan, profesi, pelayanan di gereja atau kedudukan sosial.
Saudara yang dikasihi Tuhan, bayangkan saat mendidik anak-anaknya, Saudara bertanggung-jawab supaya anak-anaknya masuk Sorga itu lebih daripada profesi, pekerjaan, bahkan pelayanan di gereja juga kedudukan sosial. Jadi, betapa pentingnya ini di hadapan Tuhan!
Kalau dikatakan tadi supaya hati bapa berbalik, artinya selama ini mereka tidak melakukan. Artinya, “Ayo, kembali kepada firman yang Aku telah tunjukkan tuntunannya, yang kamu tidak melakukan. Berbalik! Berbalik!”.

NASEHAT TUHAN BAGI ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DALAM KEBENARAN
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.0.jpgTuhan berkali-kali di sepanjang masa dan melalui banyak hamba-Nya memperingati agar orang tua mendidik dan mengajar anak-anak mereka di dalam kebenaran dan takut akan Tuhan. Ya! “Berkali-kali! Berkali-kali! Berkali-kali!”. Ini penting! Sebab kadang banyak orang berkata, “Allah-nya orang Kristen di Perjanjian Lama itu Allah yang kejam.” Orang seperti ini berarti hanya melihat kejadian di Alkitab dari sisi penghukuman Allah semata, padahal jika kita baca secara lengkap, penghukuman tidak terjadi tanpa terlebih dahulu Allah memperingatkan umat-Nya. Saudara, sebelum Tuhan memutuskan untuk menghukum, biasanya berkali-kali melalui nabi-nabi-Nya Allah terus-menerus memberikan peringatan. Terus dan terus! Mengapa? Karena Ia mengasihi umat-Nya! Allah kita bukan Allah yang kejam, tetapi Allah yang mengasihi kita. Amin!
Satu lagi yang Allah ingatkan kepada kita, bahwa berkali-kali juga di sepanjang masa, melalui hamba-hamba-Nya, Allah memperingati agar orang tua mendidik dan mengajar anak-anak mereka di dalam kebenaran. Perhatikan ayat-ayat berikut ini:

1. Ulangan 6:6-7
“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicara-kannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaringndan apabila engkau bangun.”
Ini adalah perintah Tuhan agar orang tua mengajarkan firman Allah kepada anak-anaknya berulang-ulang. Membicarakan waktu duduk di rumah, dalam perjalanan, waktu berbaring atau bangun. Berarti ini sesuatu yang serius sekali! Apakah kira-kira para orang tua melakukan seperti ini dulu?

2. Amsal 22:6
“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

3. Maleakhi 4:5-6
“Sesungguhnya Aku akan meng-utus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.1.jpgAyat ini merupakan ayat terakhir dari Perjanjian Lama sebelum kemudian Tuhan Yesus lahir ke dunia dan ditulis sekitar hampir 1.000 tahun jaraknya dari ayat Ulangan 6:6-7 di atas. Itu artinya ayat ini adalah peringatan mengenai hari kedatangan Tuhan, yaitu kedatangan Tuhan Yesus yang pertama dan juga untuk kedatangan-Nya yang kedua. Disini dijelaskan bahwa nanti sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang pertama dan kedua, Tuhan akan mengutus nabi Elia. Pada kedatangan Tuhan Yesus yang pertama, Tuhan mengutus Yohanes Pembaptis. Tetapi yang kedua, Tuhan mengutus GEREJA-NYA, yaitu Saudara dan saya! Supaya apa? Supaya tidak terjadi seperti Firman Tuhan kepada Maleakhi, yaitu, “Aku akan memukul bumi sehingga musnah! Aku akan hancurkan bumi!” Saudara, jika kita Gereja-Nya tidak menghasilkan generasi yang takut akan Tuhan, maka mereka hanya akan melihat dan mengalami kehancuran bumi ini.

4. Lukas 1:16-18
“Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
Setelah peringatan di kitab Maleakhi, maka kira-kira 460 tahun kemudian, dikatakan bahwa Yohanes Pembaptis diutus dalam roh dan kuasa Elia. Kuasa untuk apa? Sama, yaitu untuk membawa hati bapa-bapa kembali kepada anak-anak dan sebaliknya.

5. Matius 28:19-20
Tuhan Yesus berkata, “…dan ajarlah mereka melakukan mereka melakukan segala sesuatu seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu…”

6. Efesus 6:4, Kolose 3:20-21, 1 Timotius 3:4-5.
Itu adalah peringatan-peringatan yang terus Tuhan berikan kepada Rasul Paulus untuk berbicara tentang hal itu.

7. 2 Tim 3:1-5.
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Perikop paragraf ini adalah: Keadaan manusia pada akhir zaman. Jika Saudara perhatikan, ini adalah tentang keadaan manusia pada akhir zaman. Jadi ternyata Tuhan mulai mengungkapkan keadaan manusia pada akhir zaman sangat kacau, seperti diterangkan ayat-ayat di atas.
Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita lihat tentang keadaan manusia pada akhir zaman seperti itu, maka itu mirip dengan keadaan Generasi Millenial, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1980 s.d. tahun 2000. Menurut penyelidikan Generasi Millenial ini adalah generasi yang paling bermasalah. Tetapi satu hal yang ingin saya katakan Tuhan Yesus sangat mengasihi generasi ini.
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.2.jpgMengapa Generasi Millenial disebut sebagai generasi yang bermasalah? karena generasi ini sulit diatur dan memiliki reputasi sebagai orang-orang yang merasa dirinya itu berhak mendapat perlakuan khusus, narcis, mementingkan dirinya sendiri, tidak fokus, malas, dsb. Jadi kalau kita lihat, ini memang mirp-mirip dengan keadaan manusia di akhir zaman ini. Tetapi sebetulnya bukan hanya di Generasi Millenial saja, tetapi di semua generasi ada yang seperti ini. Namun kebetulan Generasi Millenial ini yang disorot sehingga hanya Generasi Millenial saja yang disebutkan. Tapi sekali lagi, Tuhan sangat mengasihi Generasi Millenial. Amin!
Menurut penelitian apa yang menyebabkan Generasi Millenial ini mempunyai sifat-sifat yang seperti itu? Alasan pertama yang ditulis di sana adalah ORANG TUA SALAH ASUH! Jadi saya percaya keadaan manusia di akhir zaman seperti ini, pokok pangkalnya adalah orang tua salah asuh!

8. 2 Petrus 3:10-14
“Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menanti-kan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.3.jpgSetelah itu Alkitab membukakan lagi, karena keadaan manusia di akhir zaman sangat kacau, oleh karena orang tua gagal mendidik anak-anaknya lagi, maka kemudian Tuhan mengungkapkan kepada Petrus bahwa bumi ini akan dihancurkan. Jadi apa yang Tuhan katakan di Maleakhi bahwa apabila hati bapa tidak berbalik kepada anaknya dan hati anak tidak berbalik kepada bapanya, maka Tuhan akan memukul bumi sehingga musnah. Jadi ternyata Tuhan berkata kepada Petrus bahwa itu benar akan terjadi. Bukan karena Allah jahat, tapi karena para bapa-bapa tidak mau mendidik anak-anaknya untuk takut kepada Allah.  
Puncaknya Tuhan singkapkan di 60 tahun setelah itu, Tuhan Yesus yang ada di Sorga turun ke pulau Patmos untuk menemui Rasul Yohanes, murid yang paling dikasihi-Nya di Pulau Patmos. Dia berkata (ini dalam bahasa saya), “Sorry…sorry…terpaksa bumi Aku hancurkan! Sorry, bumi akan hancur oleh pembukaan meterai, oleh peniupan sangkakala, oleh penuangan cawan murka Allah. Bumi akan hancur!”.
Ternyata bumi akan dihancurkan, mengapa? Karena hati bapa tidak berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak tidak berbalik kepada bapa-bapanya.
Saudara, saya mau mengatakan sesuatu bagi kita yang hidup di akhir zaman ini, jika kita tidak melakukan perintah Tuhan ini, hati bapa tidak berbalik kepada anak dan anak tidak berbalik kepada bapa, saya mau katakan kepada Saudara bahwa orang yang seperti ini akan melihat bumi dihancurkan. Maksudnya, mereka akan masuk masa kesusahan besar dan menyaksikan juga mengalami kehancuran bumi ini. Tetapi sebaliknya, orang yang mengikuti firman Tuhan, dimana hatinya berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anaknya berbalik kepada bapanya (orang tua-nya), mereka yaitu Saudara dan saya tidak akan melihat bumi dihancurkan. Mengapa? Karena kita semua akan diangkat pada waktu persitiwa pengangkatan terjadi!
Saudara, saya tahu ini satu “pewahyuan yang baru”. Ketika saya merenungkan apa yang Tuhan berikan ini, hati saya bergetar. Mari, Gereja Tuhan, Saudara harus berusaha supaya:
1. Orang yang tidak percaya menjadi percaya
2. Orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh menjadi sungguh-sungguh. Dan ada ada poin ke-3, yang setara dengan kedua tadi, yaitu :
3.  Membuat hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapanya.
Saya akan mengajak Saudara untuk berpikir, apa yang menyebabkan banyak orang menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus? Apa yang menyebabkan orang Kristen hidup tidak karu-karuan? Semua itu karena yang nomor 3 tidak dilakukan! Jadi sebetulnya intinya adalah yang nomor 3, hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya. Saya percaya, kita semua yang ada di tempat ini adalah termasuk orang-orang yang melakukan perintah Tuhan. Kita tidak akan melihat bumi dihancurkan karena kita sudah diangkat! Amin.

Pesan Gembala Pembina Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo

 

PERMULAAN YANG BARU (Bagian 2)
DIMENSI YANG BARU
Oleh : Robert Heidler
“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” (Efesus 6:13)

Pada tanggal 21-22 September 2017 yang lalu, bangsa Yahudi merayakan Hari Raya Rosh Hashanah atau perayaan tahun baru Yahudi. Itu artinya kalender Yahudi memasuki tahun yang baru, pada tanggal itu terjadi peralihan dari tahun 5777 (ayin zayin) kepada tahun yang baru yaitu tahun 5778 (ayin chet).
Ada yang menarik dari tahun yang baru ini, yaitu bahwa tahun ini merupakan siklus yang baru. Orang Yahudi menghitung sebagaimana Allah menghitung atau bekerja. Sebagai contoh, saat Allah menciptakan alam semesta, Allah memulainya pada hari ke-1, kemudian hari ke-2, hari ke-3, ke-4, ke-5, dan kemudian Allah menyelesaikan ciptaan-Nya pada hari yang ke-6, setelah itu Allah melakukan Sabat atau beristirahat di hari ke-7. Setelah hari ke-7, tidak ada hari ke-8 melainkan kembali ke hari pertama dan kembali memasuki siklus 7 tahunan yang baru. Begitu juga dengan tahun 5778, tahun 5778 merupakan siklus yang baru setelah melewati 7 tahunan siklus yang sebelumnya.
Penanggalan Yahudi bukan penang-galan yang sembarangan. Penanggalannya ditetapkan oleh Allah sendiri (Kel 12:2). Begitu juga dengan hari-hari raya bangsa Yahudi, semuanya ditetapkan oleh Allah (Kel 23:14). Bukan hanya itu, setiap penanggalan, tahun, dan hari-hari raya ternyata memiliki arti profetik yang sangat kompleks mengenai apa yang akan terjadi, yang sedang terjadi, dan apa yang dahulu terjadi. Sebagai contoh: Pada saat Allah menetapkan Hari Raya Paskah, yaitu hari raya pembebasan bangsa Israel dari Mesir dengan pengorbanan domba Paskah, ternyata mengandung arti nubuatan tentang pengorbanan Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah di kayu salib.

MENGETAHUI MUSIM
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.4.jpgSelain hari-hari rayanya yang mengan-dung unsur nubuat (profetik) namun ternyata setiap angka-angka yang menunjuk-kan tahun-tahun penanggalannya juga mengandung unsur profetik tentang masa dan musim kegerakan Allah di dunia ini. Untuk mengerti hal ini kita dapat melihat peristiwa berkumpulnya tentara Daud di Hebron pada saat penyerahkan jabatan raja Saul kepada Daud. Saat itu perwakilan tentara-tentara bersenjata dari semua suku Israel datang kepada Daud. Dari semua suku yang datang, ada satu yang dicatat dalam Alkitab dengan perkataan seperti ini...
“Dari hari ke hari orang datang kepada Daud untuk membantu dia sehingga mereka menjadi tentara yang besar, seperti bala tentara Allah ... Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel.” (I Taw 12:22-32)

 


Dari semua suku yang datang kepada raja Daud, Alkitab Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.5.jpgmencatat bahwa hanya suku Isakhar yang mengerti “saat-saat baik”. Didalam terjemahan aslinya (Ibr.) kata “saat” di ayat tersebut adalah “eth”, yang artinya “waktu” atau “musim”. Hari-hari ini, Tuhan juga sedang mencari orang-orang yang secara profetik mengetahui “waktu/musim yang baik/benar” untuk mulai melakukan dan mengikuti kehendak-Nya pada zaman ini. Kebanyakan orang percaya tidak mengetahui waktu-Nya. Mereka memandang masa depan seperti pemandangan yang tertutup kabut tebal. Sama saekali tidak terlihat apa-apa.
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelaka-an, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer 29:11)
Tuhan yang menetapkan setiap musim, masa, dan masa depan. Didalam Tuhan, Ia mau setiap orang percaya memandang masa depan dengan jelas, masa depan tidak seharusnya tertutup oleh kabut.
Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” (Amos 3:7)
Itu artinya, dengan berbagai cara, Tuhan selalu memberikan kita pewahyuan tentang apa yang akan Ia lakukan dimusim, ditahun, bahkan dimasa yang akan datang.
Bagaimana Tuhan berbicara kepada Gereja-Nya hari-hari ini?
• Tuhan memberikan pewahyuan-Nya melalui ALKITAB, oleh sebab itu bacalah Alkitab setiap hari!
• Tuhan bisa berbicara kepada Gereja-Nya melalui mimpi, penglihatan dan kata-kata nubuatan (Yl 2:28).
• Tuhan berbicara kepada gereja-Nya melalui karunia berbahasa roh dan karunia menafsirkannya (I Kor 12:10).
• Tuhan juga bisa memberikan pewahyuan-Nya melalui kalender Yahudi! Ya, hari-hari besar orang Yahudi, perayaan-perayaan, kejadian-kejadian besar, dan kalender orang Yahudi bisa menjadi petunjuk apa yang akan terjadi dimasa yang akan depan.

RAHASIA PENANGGALAN YAHUDI
Kita mungkin terbiasa menggunakan penanggalan Masehi. Tapi kita harus ketahui, penanggalan Masehi tidaklah lengkap, sebab diciptakan berdasarkan atau berpatokan pada tanggal kelahiran Kristus, padahal Kristus adalah penggenapan dari nubuatan-nubuatan kitab Taurat yang ditulis jauh sebelum Kristus sendiri lahir (Mat 5:17). Jika kita ingin mengetahui segala masa, maka kita harus menggunakan penanggalan Yahudi. Penanggalan Yahudi dimulai dari penciptaan alam semesta dan dari perhitungan umur orang-orang yang terdapat dalam Perjanjian Lama. Tentu ini sangat akurat.
Kita harus mengerti, penanggalan Yahudi, ketetapan-ketetapan mengenai hari-hari raya mereka, dan huruf-huruf/angka dalam bahasa Ibrani menyimpan rahasia mengenai apa yang sedang Tuhan lakukan, apa yang akan Tuhan lakukan dimasa depan (profetik) dan apa yang Tuhan lakukan dimasa yang lalu. Pemahaman ini penting, sebab dua kitab perjanjian di Alkitab kita ditulis berdasarkan sudut pandang perjanjian orang Yahudi, sehingga mau tidak mau kita harus mengembalikan sudut pandang kekristenan kita yang kebarat-baratan ke sudut pandang perjanjian orang Yahudi.
Pada edisi ini kita akan melihat pewahyuan luar biasa yang Allah singkapkan melalui tahun penanggalan Yahudi, sebab setiap angka didalam tahun-tahun orang Yahudi menyimpan rahasia kegerakan atau pekerjaan Allah di dunia ini.
Berikut adalah rahasia yang tersimpan yang Tuhan singkapkan mengenai kegerakan Allah di tahun yang baru bagi orang Yahudi, yaitu tahun 5778, atau sering disebut sebagai tahun 78, atau tahun ayin chet.
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.6.jpg
70 = “AYIN”        
Setiap satu dekade (10 tahun) penang-galan Yahudi saat ini akan selalu berhubung-an dengan angka 7 (“ayin”) yaitu: 70, 71, 72 ..., 78, dan 79.
Ayin adalah sebuah kata dalam bahasa Ibrani untuk “mata”. Jadi “70” adalah mengambarkan suatu musim atau dekade untuk mata. Apa artinya, Ayin adalah musim dimana Tuhan sedang meningkatkan kemampuan Gereja-Nya dalam “melihat”! Melihat apa? Yaitu kemampuan untuk melihat pada dimensi yang baru yang jarang dilihat oleh Gereja sebelumnya.
Normalnya, manusia melihat apa yang terlihat mata jasmani. Manusia melihat tubuh jasmani, rumah, pemandangan, benda-benda, dan sebagainya. Itu adalah alam nyata. Di dunia nyata kita bekerja, tidur, terkadang kita sakit, khawatir, bahagia dan sebagainya. Tapi sebenarnya di tempat kita hidup, ada dunia yang lain, yaitu dunia yang tidak terlihat, yaitu alam roh. Sekalipun tidak terlihat, alam roh adalah dunia yang nyata. Disitulah makhluk-makhluk roh seperti malaikat dan setan ada, termasuk sorga dan neraka terdapat di alam roh. Alkitab banyak menuliskan tentang alam roh, namun sangat disayangkan bahwa banyak umat percaya jarang dan bahkan tidak membicarakannya sama sekali.


“Alkitab memberitahu kita bahwa di alam roh adalah tempat peperangan yang sebenarnya terjadi.”

Di musim ayin ini Tuhan ingin kita melihat apa yang terjadi di alam roh. Apa yang terjadi di alam roh menentukan apa yang terjadi di alam nyata. Alkitab memberitahu kita bahwa di alam roh adalah tempat peperangan yang sebenarnya terjadi.

MUSIM KEWASPADAAN TERHADAP APA YANG TIDAK TERLIHAT
Mayoritas malaikat tinggal di hadirat-Nya. Mereka hidup dalam persekutuan yang intim dengan Allah dan menikmati kasih-Nya. Setiap saat mereka memuji-muji Allah, mengagungkan kebesaran-Nya, dan dalam banyak kesempatan mereka mengadakan perayaan setiap ada satu orang di dunia ini diselamatkan (Luk 15:10).
Saat manusia belum diciptakan, terjadi peperangan di sorga. Lucifer, yang kemudian mengajak 1/3 jumlah malaikat di sorga, melakukan pemberontakan kepada Allah. Lucifer ingin menduduki takhta Allah dan ingin disembah oleh malaikat-malaikat di surga. Tapi Allah mengetahui rencana Lucifer ini, sehingga terjadilah peperangan hebat antara Allah, berserta bala tentara surga, melawan Lucifer dan para malaikatnya. Lucifer dan para malaikatnya kalah, dan kemudian dicampakkan ke dunia menjadi Iblis dan setan-setan.
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.7.jpgKekalahan ini membuat Iblis membenci Allah beserta segala ciptaan-Nya. Dampak-nya, hingga kini Iblis tidak henti-hentinya mengirimkan setan-setan dan dengan sekuat tenaga menjalankan rencana jahatnya untuk menghalangi karya keselamatan Allah di dunia ini. Inilah peperangan yang sebenarnya. Peperangan yang terjadi antara Allah dan Iblis, antara terang dan kegelapan, dan antara bala tentara Allah (para malaikat) dan setan-setan.
Salah satu nama/sebutan bagi Allah kita adalah “YHWH Sabaoth” atau “The Lord of Hosts!” atau “Tuhan semesta alam!” Namun jika kita telusuri didalam bahasa aslinya, yaitu didalam bahasa Ibrani, kata Sabaoth (Tzevaot) merupakan kata yang berarti “armies”, atau “bala tentara”. Jadi “YHWH Sabaoth” adalah julukan atau nama Allah yang berarti Allah/Tuhan Yesus Kristus adalah panglima bala tentara surgawi. Saudara, kita harus tahu satu kebenaran ini, para malaikat adalah sekutu kita dalam peperangan rohani. Mereka bertugas melakukan peperangan rohani untuk membela dan melindungi kita, dan Tuhan Yesus Kristus adalah panglima tertinggi mereka.
“Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” (Mzm 34:8)
Tahukah Saudara, bahwa malaikat-Nya berkemah di sekeliling kediaman kita untuk melindungi kita? Benar, mereka dikirim oleh Allah untuk melayani dan menolong umat Allah (Ibr 1:14).
Di tahun-tahun ayin ini, Tuhan ingin kita anak-anak-Nya menpertajam dan meningkatkan kesadaran terhadap alam roh. Kita harus mengerti bahwa peperangan yang sesungguhnya terjadi di alam roh (II Raj 6:17).

 

 


Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.8.jpgDi satu sisi, dimusim ayin ini peperang-an rohani akan meningkat, tapi disisi lain iblis juga akan bekerja sekuat tenaga agar orang percaya tidak mempercayai dan mengabai-kan apa yang terjadi di alam roh ini. Padahal menjelang akhir dari dunia ini, peperangan rohani akan mengalami peningkatan. Kita harus terus berjaga-jaga dan tidak boleh takut, sebab Allah juga akan mengirimkan lebih banyak lagi malaikat-Nya untuk melindungi anak-anak-Nya.
“...Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.” Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. (II Raj 6:16-17)
Musim ini Tuhan ingin membuka mata kita sekalian dan merubah paradigma kita dalam memandang apa yang terjadi di dunia ini. Aktivitas yang terjadi di alam roh lebih besar dari apa yang terjadi di alam nyata. Oleh karenanya Tuhan ingin kita waspada terhadap apa yang tidak terlihat. Jika tahun lalu, tahun 77 (ayin zayin) kita memegang sebuah “pedang”, jangan lepaskan pedang itu, sebab di tahun ini kita akan memasuki masa peperangan rohani yang besar.
Berjalanlah dengan iman dan alami kemenangan bersama-Nya. Jangan melihat kelemahan Saudara, tapi lihat siapa sekutu kita, yaitu bala tentara malaikat yang langsung berada dibawah komando Tuhan Yesus sendiri. Mereka sangat kuat, dan akan bergerak berdasarkan iman kita.  

Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.9.jpg78 = “AYIN CHET”
Didalam penulisannya, angka 8 atau chet (   ) berbentuk seperti sebuah pintu atau gerbang. Jadi ini adalah pintu menuju siklus yang baru, sebuah gerbang antara musim yang lama kepada musim yang baru. Saat bangsa Israel hendak keluar dari Mesir, Tuhan memerintahkan Musa untuk membubuhkan darah domba Paskah di ambang pintu rumah  tiap-tiap orang Israel. Tujuannya adalah agar orang Israel dapat melalui pintu rumah mereka dengan selamat dan memasuki kehidupan yang baru keluar dari perbudakan Mesir menuju Tanah Perjanjian.
Bagi kita orang percaya, itu adalah gambaran dari kehidupan kita saat ini, kita juga tidak boleh takut untuk melangkah memasuki musim yang baru ini, sebab Tuhan Yesus, sang Anak Domba Paskah, telah mencurahkan darah-Nya untuk menebus kita sekalian. Itu artinya kita tinggal melalui pintu itu dan memasuki musim yang baru ini dengan iman.

Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.10.jpgSebuah pintu yang menghubungkan sorga dan bumi
Jika kita gabungkan, Ayin (70) dan Chet (8) maka didapati dua angka yang mengambarkan “malaikat berada di depan pintu” (lihat gambar di kanan ini).


“Di pintu sorga Tuhan terus mengawasi umat-Nya dan terus menerus mengirim-kan para malaikatnya untuk melayani, memberkati dan melindungi kita.”

Jika kita melihat Kej 28:10-20 maka ini adalah peristiwa yang sangat mengambarkan tentang “malaikat yang sedang berada di depan pintu”. Dikisahkan, suatu ketika Yakub sedang berangkat dari Bersyeba menuju Haran. Ditengah perjalanan ia bermalam disuatu tempat dan tertidur. Maka bermimpilah Yakub, ia melihat sebuah tangga di bumi yang ujungnya sampai ke langit (sorga), dan tampaklah malaikat-malaikat Tuhan turun naik melalui tangga tersebut. Kemudian Tuhan berdiri disampingnya dan berkata “... olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi,...” Saat terbangun, Yakub terkagum-kagum dengan apa yang ia mimpikan, dan ia berkata: “Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga.” Kemudian Yakub mengambil sebuah batu dan mendirikan itu menjadi tugu, menuangkan minyak keatasnya, dan kemudian ia menamai tempat itu Betel yang artinya “rumah Allah”.
Saudara, perhatikan ini, ada tangga antara umat percaya dan sorga. Di pintu sorga Tuhan terus mengawasi umat-Nya dan terus menerus mengirimkan para malaikatnya untuk melayani, melindungi, dan memberkati. Kita harus mengerti, Yakub tidak hidup bergantung dari berkat Ishak, ayahnya. Yakub hidup dari berkat Allah yang dikirim-Nya secara langsung dari sorga. Tuhan juga berjanji kepada kita bahwa di musim ini, yaitu ditahun Ayin Chet ini Tuhan telah membuka pintu sorga dan mengirimkan para malaikat-Nya untuk menolong Saudara. Bukan hanya bala tentara sorgawi-Nya yang akan mem-bantu kita dalam menghadapi peperangan rohani, namun Tuhan juga akan mengirimkan para malaikat-Nya untuk mengirimkan berkat-berkat-Nya yang oleh karenanya Saudara akan diberkati dan menjadi berkat bagi orang lain.

Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.11.jpg8 = “CHET”
Sekarang kita akan membahas angka 8. Bagi orang Yahudi, angka 7 adalah angka yang tertinggi, yaitu angka yang mengacu pada satu siklus penuh. Begitu juga dengan siklus tahunan mereka, setelah memasuki tahun ke-7 maka mereka akan memasuki tahun ke-8, tetapi karena siklus mereka hanya sampai 7 maka tahun ke-8 dianggap sebuah siklus yang baru, yaitu kembali ke tahun pertama. Tahun ke-8 adalah permulaan yang baru dari siklus tahunan kalender Yahudi.

PERMULAAN YANG BARU
Jika kita melihat secara profetik, tahun 5778 memiliki satu angka “5”, dua angka “tujuh”, dan satu angka “8”.
“5”=Adalah angka “kasih karunia”
“7”= Adalah angka “kesempurnaan”, dan “penyelesaian/penyempurnaan”
“8”=Adalah angka yang menunjukkan “permulaan yang baru”

Jadi tahun 5778 adalah: “Tahun saat Tuhan akan mencurahkan kasih karunia-Nya untuk melengkapi tahun yang lama dan memperlengkapi dan menolong umat-Nya dalam memasuki tahun/musim yang baru.”
Kita berada dimasa transisi dari musim yang lama kepada musim yang benar-benar baru. Saat kita memasuki pintu-pintu yang baru tadi, maka kini kita berada di siklus yang baru, permulaan yang baru. Ini adalah musim untuk Gereja-Nya merebut SEMUA janji-janji Allah. Merebut berkat-berkat Allah yang telah Ia sediakan; merebut berkat-berkat kesembuhan yang selama ini Iblis cengkram; dan merebut jiwa-jiwa yang terhilang! Tapi dengan satu syarat! Ini adalah musim yang baru, maka cara-caranya pun baru. Cara dan konsep lama tidak bisa digunakan lagi! Tuhan punya rencana yang baru terhadap Gereja-Nya. Ini adalah musim pewahyuan-pewahyuan yang baru, lagu-lagu yang baru, mujizat-muzijat baru terjadi, dan musim peperangan rohani dimana para malaikat terlibat didalamnya.

EMPAT PINTU HARUS DILALUI
Setidaknya ada 4 pintu yang harus di-lalui agar Gereja-Nya mencapai tujuan Tuhan dimusim ini:

Untuk mencapai tujuan hidup kita didalam Tuhan, yang pertama adalah kita harus mengalami pengalaman kasih karunia (grace). Mengapa kasih karunia sangat penting? Agar kita tidak melakukan legalisme dan tradisi keagamaan untuk menjadi benar di hadapan Allah. Usaha kita untuk mencapai keselamatan dan kebenaran tidak akan membuat seseorang mendapatkannya. Gereja Tuhan harus mengerti bahwa usaha manusia, simbol-simbol keagamaan, perbuatan-perbuatan agamawi, dan sebagainya tidak akan menyelamatkan. Hanya kasih karunia Allah yang menyelamat-kan manusia. Melalui Anak-Nya yang Tunggal, yaitu Tuhan Yesus Kristus, Allah berinisiatif untuk menyelamatkan manusia. Kita tinggal menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita maka kita akan diselamatkan.


“Ini adalah musim yang baru, maka cara-caranya pun baru. Cara dan konsep lama tidak bisa digunakan lagi! Tuhan punya rencana yang baru terhadap Gereja-Nya.”

Didalam bahasa Ibrani kata untuk “kasih karunia” (grace) adalah “chen” Jika kita lihat didalam kedua huruf pembentuk kata “Chen” adalah “Chet” yaitu pintu. Percaya tidak percaya, “Kasih karunia” adalah sebuah pintu. Tapi, sekalipun kasih karunia adalah anugerah yang kita tidak perlu membayar apa-apa untuk mendapatkannya, namun ada orang yang tidak mau melalui pintu ini. Sebagai contoh adalah orang-orang Yahudi! Sekalipun kita sedang berbicara tentang penanggalan Yahudi, huruf dan angka Ibrani, yang oleh karenanya kita bisa mengerti kehendak Allah dan memahami kasih karunia-Nya, namun sayang orang-orang Yahudi sendiri tidak tinggal didalam kasih karunia itu. Hingga kini mereka tetap melakukan legalisme, yaitu melakukan berbagai kesalehan, tradisi-tradisi agamawi, liturgi-liturgi, dan mengenakan simbol-simbol keagamaan dengan harapan mereka akan menyenangkan Allah dan diselamatkan. Mereka menolak Kristus dan tinggal diluar kasih karunia-Nya. Kita perlu berdoa bagi mereka sambil terus waspada terhadap kehidupan legalisme. Kita diselamatkan oleh karena kasih karunia, yaitu oleh pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Pemahaman ini akan membuka pemahaman kita tentang musim yang baru.
Apa itu kasih karunia:

Artinya apa? Itu artinya Allah memilih dan menyelamatkan kita Gereja-Nya bukan karena kita layak untuk mendapatkannya, melainkan karena kemurahan Allah semata. Bukan manusia yang menjangkau Allah, melainkan Allah-lah yang menjangkau manusia.

 

Dalam hal apapun manusia itu makhluk yang lemah. Tapi Allah berkenan memberi-kan kuasa-Nya kepada manusia untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar. Saat Daud mengalahkan raksasa Goliat, itu bukan karena kehebatan Daud, ia hanya seorang anak kecil tanpa perlengkapan perang dan tanpa pelindung, kemenangan yang Daud peroleh adalah semata karena kekuatan dan kuasa dari Allah.
Sebelum kita melewati pintu pertama ini, pastikan pola fikir kita memahami bahwa apapun yang nanti kita lakukan, itu berasal dari Allah, kekuatan Allah-lah yang melakukannya. Tidak ada satupun yang kita bisa banggakan dari keberhasilan kita, sebab itu adalah kasih karunia-Nya.

Didalam kasih karunia terdapat sukacita yang besar. Sukacita yang tidak akan kita dapatkan jika kita melakukan legalisme. Kasih karunia membuat Gereja-Nya bergembira; memuji Tuhan dalam kegembiraan seperti Daud memuji Tuhan; ada sorak sorai dalam menjalani peperangan rohani seperti Yosua meruntuhkan tembok Yerikho; menari bagi Tuhan seperti Daud menari; memberikan persembahan dengan sukacita dan sebagainya.
Jika Gereja Tuhan masih melakukan legalisme, Gereja Tuhan tidak akan bertahan memasuki musim yang baru.

Sungguh beruntung kita memiliki Allah seperti Allah kita. Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal agar kita diselamatkan. Bukan hanya itu, karya keselamatan-Nya itu juga merupakan paket dimana didalamnya Allah telah menyediakan berkat dan janji yang luar biasa besarnya. Manusia adalah makhluk berdosa, tapi Allah mau mengampuni kita, menyelamatkan kita, melimpahi kita dengan berkat sorgawi, mengubah kutuk menjadi berkat, dan menjadikan kita pewaris-pewaris kerajaan Allah.

Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.12.jpgYang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.” (Mzm 19:5)
Didalam terjemahan aslinya, kata “kamar” di ayat tersebut ditulis dengan kata Ibrani “Chuppah”. Chuppah lebih mirip sebuah tenda, tapi bukan tenda untuk bermalam (tend, Ing.), melainkan sebuah tenda untuk pemberkatan pernikahan orang Yahudi (wedding canopy, Ing.) dimana pasangan pengantin Yahudi diberkati.
Kata “chuppah” diawali dengan huruf “chet” yang merupakan peng-gambaran dari sebuah pintu. Chuppah adalah sebuah pintu perjanjian menuju bahtera rumah tangga. Dibawah chuppah inilah pasangan mempelai pria dan wanita Yahudi akan mengikat perjanjian (covenant) pernikahan dan kemudian diberkati untuk menjadi suami istri yang sah. Di bawah chuppah inilah mereka berjanji untuk menikah, saling mencintai, menjadi pasangan seumur sehidup, menjadi sahabat, unity, dan melangkah kepada hubungan keintiman.

 

 

 

 

Perjanjian vertikal - perjanjian antara Allah dan manusia
Setidaknya ada dua perjanjian, pertama adalah perjanjian vertikal, yaitu perjanjian antara Allah dan manusia.
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.13.jpgAllah kita adalah Allah Perjanjian. Apapun yang Allah lakukan dan janjikan semuanya berdasarkan sebuah perjanjian, bahkan perjanjian yang tertulis, jadi ada hitam diatas putih. Alkitab kita terdiri dari dua bagian, PERJANJIAN Lama dan PERJANJIAN Baru, itu membuktikan bahwa Alkitab adalah Buku Perjanjian antara Allah dan manusia. Hubungan antara Allah dengan manusia (hubungan secara vertikal) adalah sebuah hubungan perjanjian. Oleh sebab itu, Tuhan memanggil kita menjadi umat perjanjian. Pahami ini! Sebab jika kita mengerti akan hal ini maka kita juga mengerti bahwa Tuhan tidak akan sekali-kali meninggalkan kita, ada perjanjian antara Allah dan manusia. Allah tidak main-main, Ia mengasihi kita dengan ikatan perjanjian! Seberapa besar kasih Tuhan kepada manusia? Sebesar apa yang Ia lakukan dengan merendahkan diri-Nya datang ke dunia dan kemudian menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib! Perjanjian ini adalah jaminan bagi kita bahwa Tuhan dekat dengan kita dan dengan iman kita yakin bahwa kita tidak berjalan sendirian. Dia yang akan menolong kita, menghibur, dan memberkati kita di setiap musim yang akan kita hadapi.

 

 

 

 

Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.15.jpgPerjanjian Horizontal - Perjanjian antara manusia dengan manusia
Yang kedua adalah perjanjian horizontal, yaitu perjanjian antara manusia dengan sesamanya. Jika kita punya hubungan perjanjian secara vertikal dengan Allah, itu artinya kita juga memiliki hubungan perjanjian secara horizontal, yaitu hubungan dengan sesama. Musim ini Tuhan memanggil kita untuk mengikat perjanjian diantara tubuh Kristus. Kita harus unity dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan Tuhan di dunia ini. Musim ini bukan lagi waktunya untuk kita bekerja sendiri-sendiri. Kita harus saling merendahkan diri, seperti Kristus merendahkan diri-Nya, dan mulai mengikat perjanjian dengan sesama tubuh Kristus untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya.
“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” (II Kor 12:27)

 

 

 

 

 

Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\228.14.jpgHuruf “Chet” terbentuk berdasar-kan kombinasi antara huruf “zayin” dan “vav” sehingga membentuk. Karena bahasa Ibrani dibaca dari kanan ke kiri, maka kita mulai dengan penjelasan huruf vav. Huruf vav adalah huruf ke-6 pada alfabet Ibrani. Vav berbentuk sebuah pengait (hook, Ing.). Secara fisik pengait yang dimaksud adalah pengait perak yang digunakan di tabernakel Musa (Kel 27:9-10) yang berfungsi untuk mengikat tirai dan tiang pagar tabernakel. Namun secara spirtual vav menggambarkan “kait” ilahi yang mengikat langit dan bumi. Vav adalah jalur berkat dari Allah di Sorga kepada manusia dibumi (sebuah jalur dari atas kebawah). Vav mengambarkan pewahyuan tentang cahaya ilahi yang turun dari sorga yang menerangi dunia ini.
Huruf berikutnya adalah “zayin”. Kebalikan dengan huruf vav, huruf zayin mengambarkan berkat dari bumi yang dinaikkan manusia ke atas kepada Allah di sorga. Berkat seperti apa yang manusia dapat kirimkan kepada Allah di sorga? Yaitu penyembahan! Allah senang dengan penyembahan kita. Allah memberkati kita secara luar biasa. Dengan kasih karunia-Nya Allah telah menyelamatkan kita, Dia memulihkan kita, memberi kita kekuatan, menyembuhkan, melindungi kita, dan sebagainya. Lalu dengan apa kita bisa membalas segala kebaikan-Nya tersebut? Dengan doa, pujian, dan penyembahan kita...
Doa, pujian, dan penyembahan adalah pintu berikutnya yang harus kita lalui untuk memasuki musim yang baru ini. Saat doa, pujian, dan penyembahan dinaikkan kepada Allah, maka Allah akan menurunkan berkat-berkat-Nya, menuntun kita, memberikan pewahyuan-pewahyuan yang baru, dan Ia akan berperang bagi kita. Ia akan mengirimkan bala tentara sorgawi untuk membela kita memenangkan peperangan demi peperangan di musim ini. Perhatikan kuasa dari doa, pujian dan penyembahan:
I. Doa
Suatu ketika rasul Petrus ditangkap oleh raja Herodes karena pemberitaan Injil. Untuk memastikan Petrus tidak kabur, Herodes menempatkan empat regu dengan masing-masing regu terdiri dari empat orang untuk menjaga Petrus. Namun apa yang terjadi? Kis 12:5 menulis:
“Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.”

Jemaat Tuhan mendoakan Petrus! Mereka sepakat untuk memanjatkan doa kepada Allah untuk keselamatan Petrus. Dan apa yang terjadi kemudian? Pintu sorga terbuka! Tuhan mengirimkan malaikat-Nya kepada Petrus dan membuka pintu-pintu penjara yang terkunci dan belenggu-belenggu yang mengikat Petrus, sehingga Petrus dibebaskan.
Saat Gereja Tuhan berdoa maka pintu sorga akan terbuka dan proses penyelamatan akan terjadi.
“Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malape-taka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malai-kat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.” (Mzm 91:9-11)

II. Pujian
Saat Yosua memimpin umat Israel untuk merebut kota Yerikho, mereka tidak menggunakan strategi yang lazim yang biasa digunakan untuk merebut suatu kubu musuh. Sebab Tuhan memerintahkan mereka untuk memuji Tuhan selama tujuh hari sambil mengitari tembok Yerikho. Ya hanya mengitari! Tapi sesuatu terjadi, pujian bangsa Israel membuka pintu sorga sehingga bala tentara sorgawi turun, peperangan di alam yang tak terlihat terjadi, peperangan antara para malaikat dan setan-setan terjadi saat itu. Dan saat setan-setan di alam roh dikalahkan, maka tembok Yerikho yang ada di alam nyata rubuh... Israel mengalami kemenangan tanpa campur tangan manusia. Yerikho adalah pintu masuk bangsa Israel untuk memasuki tanah perjanjian. Dan para malaikat terlibat memberikan kemenangan bagi Israel melewati pintu yang mustahil untuk terbuka itu. Perhatikan, Tuhan bisa membuka jalan saat tidak ada jalan.


“... saat penyembahan kita naikkan kepada Allah, maka pintu sorga itu akan terbuka dan Allah akan
mengirimkan bala tentara sorgawi ke atas dunia ini untuk berperang.”

III. Penyembahan
Di Kejadian 12 Abraham mendirikan sebuah mezbah di antara kota Betel dan Ai dan kemudian ia memanggil nama Tuhan. Apa itu mezbah? Di Perjanjian Lama, mezbah adalah tempat orang mempersembahkan korban kepada Allah. Setiap korban dipersembahkan di atas mezbah, maka pintu sorga terbuka dan kehadiran Allah turun atas manusia. Jadi korban persembahan adalah kunci terbukanya pintu sorga bagi manusia pada masa itu. Lalu bagaimana dengan masa sekarang? Penyembahan!
Penyembahan adalah kunci untuk musim ini. Seperti telah dibahas di depan, di musim ini aktivitas kuasa kegelapan akan meningkat pesat. Namun saat penyembahan kita naikkan kepada Allah, maka pintu sorga itu akan terbuka dan Allah akan mengirimkan bala tentara sorgawi ke atas dunia ini untuk berperang. Peperangan akan terjadi dengan hebat, sebab ini akan melibatkan bala tentara Allah, yaitu para malaikat-Nya melawan setan-setan penguasa dunia ini. Kita manusia tidak dapat melawan kuasa-kuasa kegelapan, tapi saat penyembahan dinaikkan, maka Allah sendiri yang akan berperang bagi kita. Bukan hanya itu, saat kita meninggikan Tuhan melalui penyembahan-penyembahan kita maka pintu-pintu penuaian jiwa akan terbuka, sebab Ia berjanji bahwa...
“Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.” (Yoh 12:32)
Penyembahan adalah senjata terbesar di alam roh. Senjata yang akan membuka belenggu-belenggu yang mengikat orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Saat penyembahan dinaikkan, itu bukan hanya menyenangkan Allah, namun akan ada banyak orang akan dimenangkan, dipulihkan, dimerdekakan dan menjadi percaya kepada Kristus. Haleluya!
Memasuki tahun 5778 Saudara harus mengetahui bahwa Allah kita lebih besar dari musuh-musuh kita. Biarkan Tuhan membawa kita Gereja-Nya ke level yang lebih tinggi lagi dalam penyembahan di musim ini. Dan lihat bagaimana musuh-musuh kita dikalahkan-Nya dan banyak jiwa dimenangkan.

Musim ini adalah musim yang baru. Siklus yang lama telah berakhir, dan kita memasuki siklus yang baru. Di musim yang baru Tuhan telah menyediakan berkat yang baru pula, namun untuk merebutnya berarti peperangan rohani! Iblis tidak akan membiarkan umat Tuhan hidup dalam berkat Tuhan. Dan ini akan memposisikan kita dalam sebuah medan peperangan yang besar antara terang dan kegelapan. Jika kita memenang-kan setiap peperangan, maka kita akan semakin terang. Sebab ini adalah waktunya pemisahan, yang terang akan semakin terang, sedangkan yang gelap akan semakin gelap. Yang kudus akan semakin kudus dan orang fasik akan semakin fasik (Mal 3:18).
Kita harus terus menyadari bahwa di musim ini adalah musimnya peperangan rohani. Pesan Tuhan agar kita dapat memenangkan peperangan ini adalah:

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” (Ef 6:10)
Bagaimana supaya kita tetap kuat? Kita harus terus bersandar pada kekuatan Tuhan dan memegang janji-janji Tuhan. Ingat! Tuhan kita lebih besar dan kuat dari musuh kita, yaitu Iblis.

“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Ef 6:11-12)

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!” (Yak 4:7)
Saudara harus mulai berani melawan Iblis di musim yang baru ini, atau Saudara akan menjadi bulan-bulanan Iblis. Di musim yang lalu mungkin kita adalah orang Kristen yang pasif. Kita tidak peduli dengan apa yang Iblis lakukan. Mungkin kita berkata: “Asal kita baik-baik saja, ya sudahlah... Lagi pula jika kita tidak menggangu Iblis, maka ia juga tidak akan menggangu kita!” Saudara itu adalah pola pikir yang salah. Iblis adalah pencuri, pembunuh, dan pembinasa (Yoh 10:10). Entah kita menggangunya atau tidak, Iblis akan tetap mencuri berkat-berkat Allah bagi kita, membunuh, dan membinasakan roh, tubuh, dan jiwa kita. Mengapa? Sebab itulah pekerjaan Iblis dan para setan!
Di musim ini kita tidak bisa berpikir untuk mengabaikan dan tidak menggangu Iblis lalu berharap ia meninggalkan kita dengan sendirinya. Dimusim ini pastikan Saudara mengenakan selengkap senjata Allah, berdiri diatas Firman Allah, dan lawan Iblis sampai ia lari dari kita.
“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” (Ef 6:13)
Musim ini adalah musim peperangan untuk merebut semua janji Allah atas Gereja-Nya. Dan untuk mengalami kemenangan di musim ini, maka kita menjadi orang yang aktif.

DIMENSI YANG BARU
Akhirnya, saya akan berikan kesimpulan dari semuanya. Kita berada di musim yang baru, di tahun “ayin chet” ini Tuhan akan membawa Gereja-Nya kedalam dimensi yang baru. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Saat kita melangkah ke tahun yang baru ini, itu artinya peperangan rohani. Mau tidak mau kita akan memasuki peperangan rohani yang akan meningkat di akhir zaman ini. Ini bukan waktunya lagi bagi umat percaya untuk menjadi orang kristen yang pasif, tapi Tuhan mau kita menjadi orang Kristen yang aktif. Lawanlah Iblis, rebut daerah-daerah musuh, rebut berkat-berkat Allah yang selama ini dicuri oleh Iblis, rebut kesembuhan, dan rebut jiwa-jiwa. Bagaimana caranya? Dengan cara-cara yang baru. Tuhan akan mem-berikan pewahyuan-pewahyuan yang baru dari surga apa yang harus kita lakukan. Sebab kita sudah memasuki dimensi yang baru, dimensi yang langsung bersentuhan dengan alam roh.
Jangan takut! Sebab Tuhan berjanji kepada kita bahwa Ia memandang dari sorga, membuka pintu surga, dan turun bersama para malaikat-Nya untuk menolong kita. Allah kita jauh lebih kuat dan jauh lebih banyak dari apa yang dapat kita bayangkan. Apa yang tidak pernah kita pikirkan akan Tuhan kerjakan atas Gereja-Nya. Segalanya baru, kita akan terheran-heran melihat bagaimana Tuhan berkerja di musim ini. Tidak ada alasan sedikit pun untuk kita gentar dan takut melawan Iblis.


Apa yang tidak pernah kita pikirkan akan Tuhan kerjakan atas Gereja-Nya. Segalanya baru, kita akan terheran-heran melihat bagaimana Tuhan berkerja di musim ini.

Tuhan Yesus Kristus adalah jaminan dan pengharapan kita. Ia adalah pemimpin tertinggi bala tentara surgawi, dan Ia sudah menang atas maut. Ini adalah musim dimana umat percaya harus 100% bersandar pada Allah, unity antara sesama tubuh Kristus, dan lawanlah Iblis!

Pustaka:
-Dutch Sheets, “ 5778” (1 Oktober 2017); King of Kings Worship Center.
-Hebrew for Christians, “Learn the Language of the Kingdom!”, www. hebrew4christians.com
-Robert Heidler, “Understanding the Hebraic New Year 5778” (23 September 2017); Glory of Zion International Ministries.