EDISI 226/OKTOBER 2017

PESAN GEMBALA

TAHUN AYIN CHET (5778)-Tahun Permulaan Yang Baru

 

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, memasuki bulan September 2017 ini, ada 2 peristiwa penting yang terjadi, yaitu:

1. TANGGAL 4 SEPTEMBER 2017 KELUARGA BESAR GBI JL. GATOT SUBROTO GENAP BERUSIA 29 TAHUN

Dari satu gereja di Karsa Pemuda, Jakarta, sekarang gereja ini sudah ber-jumlah hampir 1.000 gereja. Dari 400 orang jemaat, kini sudah lebih dari 250.000 jemaat. Belum lagi dengan jaringan-jaringan yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Tapi itu semua adalah Tuhan yang melakukan, bukan kita, sehingga tidak ada yang bisa dibanggakan kecuali bersyukur kepada-Nya.

2. TANGGAL 21 SEPTEMBER 2017 – 09 SEPTEMBER 2018 KALENDER ORANG IBRANI MEMASUKI TAHUN 5778 YANG DISEBUTKAN DENGAN AYIN CHET

Ayin Chet berbicara tentang angka 78, dimana Ayin adalah angka 70 yang berbicara tentang sebuah mata yaitu mata Tuhan. Jika kita melihat dari Mzm 33:18 dan Mzm 32:8 dikatakan “Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.” Kepada orang-orang seperti ini, “Aku akan mengajar, memberi nasehat, menuntun dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh dan hal ini bisa kita mengerti kalau mata kita hanya tertuju kepada-Nya.” Orang-orang yang takut akan Tuhan dan berharap akan kasih setia-Nya, pasti matanya selalu tertuju kepada-Nya.

Chet” - Angka 8
Sedangkan Chet adalah angka 8. Saudara, Tuhan menuntun kita melalui angka 8 ini, yaitu:

1. Permulaan yang baru

Bagi orang Yahudi, angka 7 adalah angka yang tertinggi, yaitu angka yang mengacu pada salah satu siklus penuh, sehingga angka setelah angka 7, yaitu angka 8, berarti permulaan siklus yang baru. Jadi, hari-hari ini kita sedang memasuki permulaan yang baru, di tahun yang baru ini Tuhan menuntun kita untuk :

• Menjadi ciptaan yang baru
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (II Kor 5:17)

• Menanggalkan sifat lama kita yaitu sifat kedagingan
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu  —  seperti yang telah kubuat dahulu  —bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (Gal 5:19-21)

• Berharap kepada kasih setia-Nya
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahui-nya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.” (Yes 43:19)
Saudara, Tuhan sedang membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara! Ini berbicara tentang mujizat, yaitu sesuatu yang mustahil dilakukan tapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!

2.Sebuah dimensi yang melampaui sesuatu yang jasmaniah atau lahiriah

Hari-hari ini kita memasuki dimensi yang supranatural Roh Kudus, yaitu dimensi yang baru dari Roh Kudus, sebab kita sedang memasuki pentakosta yang ketiga!
GBI Jl. Gatot Subroto pada tanggal 04 September yang lalu berusia 29 tahun, berarti sekarang ini sedang memasuki tahun yang ke-30.
Angka 30 berbicara tentang permulaan yang baru. Sebagai contoh:
• Tuhan Yesus mulai melayani pada umur 30 tahun.
• Daud menjadi raja pada umur 30 tahun.
• Yusuf menjadi orang kedua di Mesir mulai umur 30 tahun.
Ini berarti GBI Jl. Gatot Subroto sedang dibawa oleh Tuhan memasuki satu permulaan yang baru.
Kalau kita melihat mengenai angka 30, ini berbicara tentang Generasi Y atau disebut dengan Generasi Millenial (Usia 17-36 tahun) yaitu generasi yang sedang dipersiapkan Tuhan untuk masuk dalam permulaan yang baru.
Memasuki awal permulaan yang baru. “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.” (Kol 3:1-4)
Kita harus lebih banyak memikirkan perkara-perkara yang rohani, supaya pada waktu Kristus datang untuk kali yang kedua kita akan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PERMULAAN YANG BARU?


• Kesempatan yang kedua - Kesaksian Ps. Benny Hinn
Gembala Pembina diingatkan dari kisah Ps. Benny Hinn. Pelayanan Ps. Benny Hinn itu sudah sampai pada angka 7. Dia dipakai Tuhan dengan luar biasa.
Dalam kesaksiannya itu, dia bercerita kalau dia melakukan sesuatu yang tidak memperkenankan hati Tuhan, tetapi Dia sudah selesaikan semuanya dengan Tuhan.
Dikisahkan pada waktu dia mendapat serangan jantung, dan pada saat dia dibawa ke Rumah Sakit untuk operasi, dia bermimpi dan dalam mimpi tersebut, dia melihat dirinya berada di satu antrian panjang menuju pintu sorga. Ada banyak orang yang berpakaian putih dan mereka semua adalah orang Kristen. Banyak diantara mereka itu adalah pendeta-pendeta.
Kemudian dia melihat di sebelah pintu gerbang sorga itu ada Tuhan Yesus yang juga berpakaian putih berkilau-kilau. Di samping Tuhan Yesus ada seorang wanita yang memainkan piano. Setiap orang datang ke hadapan pintu gerbang sorga, Tuhan Yesus memberi tanda kalau mengangguk maka wanita itu akan memainkan piano dengan melodi yang sangat indah lalu tiba-tiba pintu sorga akan terbuka dan orang ini masuk. Tetapi jika Tuhan Yesus menggelengkan kepala, maka musiknya menjadi lain, yaitu musik yang menakutkan dan iblis datang untuk membawa orang itu ke neraka.
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.1.jpgMelihat ini semua Ps. Benny Hinn menjadi kaget dan gemetar. Dari jauh Ps. Benny Hinn melihat kira-kira hanya 20% saja yang bisa masuk sorga dan 80% nya ditolak. Sampai tiba gilirannya Ps. Benny Hinn maju dan wanita yang memainkan piano tersenyum melihat dia karena dia terkenal, tetapi ketika Tuhan Yesus melihat kepadanya, Tuhan tidak tertarik sama sekali dengannya. Dia tambah gemetar dan takut sebab kalau sampai Tuhan Yesus menggeleng, maka apa yang terjadi? Tetapi sebelum Tuhan Yesus memberikan keputusan menggeleng atau mengangguk dia pun terbangun. Tiba-tiba ada suara yang berkata, “Aku berikan kepadamu kesempatan yang kedua. Hati-hati jangan kau sia-siakan!
Hal ini berarti dia diberikan kesempatan untuk masuk satu permulaan yang baru di dalam hidupnya. Kehidupan kita tidak ada yang tahu, walaupun kita sombong kita tidak akan tahu, itu semua hanya urusan Saudara dengan Tuhan.
Jika saat ini Saudara bertobat, berarti Tuhan masih memberikan kesempatan yang kedua. Saudara sedang masuk dimensi yang melampaui apa yang sudah Saudara capai. Hati-hati! Gunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya. Jangan sia-siakan kepercayaan Tuhan.

 

 

 

 


• Jangan hanya dari kata orang, tetapi mengalaminya sendiri - Kisah Ayub
Alkitab katakan bahwa Ayub adalah seorang saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Hidup Ayub bisa kita katakan sudah mencapai pada angka 7. Sebab Tuhan sendiri yang berkata kepada iblis “tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”
Secara materi Ayub diberkati secara luar biasa. Tetapi ketika iblis diizinkan untuk menggocoh Ayub, Ayub mengalami penderitaan yang luar biasa. Ditengah-tengah penderitaannya yang luar biasa, Ayub berkata “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” (Ayub 42:5-6)
Setelah Ayub mengalami semua proses ini, dia masuk ke dalam permulaan yang baru. Keadaan Ayub dipulihkan kembali setelah dia mendoakan ketiga temannya yang tadinya mengejek dan mengata-ngatai dia. Bahkan bukan hanya pulih, tetapi Ayub diberkati 2x lipat! Dan dia memasuki satu dimensi yang melampaui sesuatu yang jasmaniah.
Tadinya dia mendengar tentang Tuhan itu dari kata orang, tetapi setelah masuk dalam proses, dia baru mengerti, “tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau” dia benar-benar bertemu dengan Tuhan dan mengalaminya sendiri.

SEKILAS PERJALANAN GBI JL. GATOT SUBROTO
Pada waktu Gembala Pembina di panggil Tuhan untuk menjadi seorang hamba Tuhan, beliau mengalami sesuatu yang sangat berat dalam hidupnya. Awalnya beliau tidak mau, tetapi Tuhan punya rencana dan cara-Nya  sendiri.
Dalam tempo sekejap, beliau mengalami yang namanya ludes....des....des... yang artinya sudah bangkrut ditambah dengan hutang.  Disanalah Tuhan berkata “Kamu ikut Aku.”
Pada waktu Gembala Pembina sedang pelayanan di Surabaya, seorang hamba Tuhan dari Belanda yang bernama Rev. Schenk mengkonfirmasikan panggilan tersebut. Setelah selesai memimpin pujian, tiba-tiba secara khusus Rev. Schenk mendatangi Gembala Pembina, menumpangkan tangan atas beliau dan berkata “Aku telah menetapkan engkau untuk menjadi alat-Ku untuk membawa umat-Ku masuk dalam hadirat-Ku!” Saat ini Rev. Schenk ini sudah dipanggil Tuhan dan bersama-sama dengan Tuhan di sorga.
Selain itu ada seorang hamba Tuhan yang bernama Pdt. Damaris. Dia sempat datang ke rumah Gembala Pembina untuk mengatakan, “Tuhan telah memanggil dan menetapkan engkau sebagai Hamba Tuhan sepenuh waktu di bidang pujian dan penyembahan yaitu Restorasi Pondok Daud. Kamu adalah orang pertama di Indonesia yang fulltime di bidang ini.” Pdt. Damaris menyatakan bahwa dia juga adalah orang pertama di Indonesia yang fulltime di bidang penginjilan.
Pada waktu itu tidak ada seorang pun yang mengenal pelayanan Gembala Pembina. Beliau pernah ditolak oleh GBI untuk menjadi pendeta pembantu gara-gara pelayanannya tidak jelas.
Gembala Pembina bisa ada di GBI sampai sekarang ini, itu semua karena Tuhan yang pakai beliau sampai hari ini.

Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.3.jpg

 

 

 

 

 

 

 

RESTORASI PONDOK DAUD
Mari kita melihat bagaimana cara Tuhan menuntun gereja ini. Tuhan memanggil Gembala Pembina sebagai alat untuk merestorasi Pondok Daud. Dalam Kis 15:15-18 dikatakan bahwa Tuhan sendiri yang akan merestorasi Pondok Daud, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah yang kusebut milik-Ku. Semua orang yang mencari Tuhan, dijadikan alat supaya setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.
DNA gereja ini adalah Restorasi Pondok Daud. Tuhan memberikan definisi tentang Pondok Daud seperti berikut:

I. 25 tahun pertama (1988 - 2013) - doa, pujian, dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

1. Lima tahun pertama (1988 - 1993) - Pujian dan penyembahan

Tuhan memberikan lagu-lagu baru kepada Gembala Pembina. Lagu-lagunya banyak membuat orang bertobat dan senang. Dalam kurun waktu 5 tahun setiap kali Gembala Pembina berkotbah tentang pujian dan penyembahan banyak orang yang berkomentar bahwa pengajarannya dangkal tetapi herannya banyak orang yang bertobat.
Di tahun 1993 Tuhan memberikan sesuatu yang khusus yaitu visi dari Yes 54:2-3 “Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”

2. Lima tahun kedua (1993 - 1998) - doa, pujian dan penyembahan

Tuhan memberikan ayat melalui Yesaya 56:7-8 “rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.” Tuhan katakan “Kalau kamu melakukan ini, Aku akan menambahkan jiwa-jiwa yang bertobat.” Saat itu gereja kita mulai dengan berdoa, doa puasa, doa keliling, doa peperangan dan menekankan doa dalam bahasa roh.
Ketika Gembala Pembina sedang membaca sebuah buku karangan Peter Wagner, tiba-tiba ada kata-kata “Penginjilan yang paling efektif adalah dengan cara membuka gereja baru.” Kalimat itu menjadi rhema bagi Gembala Pembina. Beliau bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, bagaimana caranya untuk membuka gereja baru?” Tuhan menjawab, “Kamu kan punya Family Altar (sekarang bernama COOL). Kamu ambil 5 FA dan jadikan satu gereja. Kamu ambil 7 FA dan kamu jadikan gereja, 10 FA jadikan gereja! Lakukan itu sebagai kelompok intinya dan nanti akan berkembang menjadi gereja.”
Apa yang Tuhan katakan itu beliau lakukan. Antara 1996-1998 selama 1½ tahun ada sekitar 200 gereja di tanam.

3. Lima tahun ketiga (1998 - 2003) - Doa, pujian, dan penyembahan dalam unity

Di tahun 2000, seorang hamba Tuhan yang bernama Tom Hess, mendeklarasikan bahwa “Tanpa Menara Doa tidak ada Penuaian Jiwa.” Menara Doa berbicara tentang Restorasi Pondok Daud.
Di tahun 2002, Seorang pendoa yang  bernama Ibu Brigitta, mendapatkan satu penglihatan dimana Gembala Pembina sedang berada di sebuah stasiun kereta api  dengan menggunakan jas, berarti sedang melaksanakan tugas.
Tiba-tiba ada suara, “Change destination! Change destination!” Mendengar itu Gembala Pembina mengerti bahwa ini pasti ada satu perubahan dalam arah pelayanan. Dan ternyata benar! Saat itu Tuhan berkata, “Niko, selama ini kamu sombong! Kamu arogan!” Dan Gembala Pembina hanya berkata, “Ampuni saya! Ampuni saya, Tuhan. Apa yang  harus saya perbuat?” Ada 2 hal yang Tuhan suruh Gembala Pembina lakukan, yaitu:
1. Turunkan nama gereja yang kamu bangga-banggakan
2. Kamu datang ke gereja-gereja lain dan minta maaf kepada mereka.
Itu semua Gembala Pembina lakukan meskipun dalam keadaan yang kontroversial menurut mereka. Tetapi dengan jujur Gembala Pembina tetap melakukan itu. Tiba-tiba di Indonesia turun roh rekonsiliasi, mulai terjadi rekonsiliasi antar gembala-gembala, dan bukan hanya itu terjadi juga rekonsiliasi antara mereka juga. Roh doa turun atas mereka.
Di tengah-tengah itu, roh Tuhan berbicara, “Indonesia akan mengalami transformasi” dan apa yang dikatakan itu benar-benar terjadi sampai hari ini.

4. Lima tahun keempat (2003 - 2008) - Pemantapan doa, pujian dan penyembahan dalam unity.

Pada tanggal 26 Desember 2004, Tsunami melanda Aceh. Ada lebih dari 220.000 orang yang meninggal, bukan hanya Aceh saja, kemudian gempa melanda Nias dan Jogjakarta. Apa yang kita alami dulu, dengan cara yang berbeda, sedang di alami oleh Amerika Serikat hari-hari ini.
Belum pernah ada 2 topan dahsyat yang terjadi dalam satu musim, yaitu: Irma dan Jose. Baru-baru ini telah muncul topan baru yaitu Katia. Inilah yang membuat penuaian jiwa besar-besaran terjadi.
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.12.jpgTahun 2006, Chuck Pierce datang ke Indonesia, dia membawa sebuah lukisan anak kunci. Pada waktu dia menyerahkan kepada Gembala Pembina, tiba-tiba dia bernubuat, “Aku memberikan kamu kunci untuk penuaian bangsa ini. Penuaian akan datang melalui Healing Movement dengan cara yang baru.”

5. Lima tahun kelima (2008 - 2013) - Doa, pujian, dan penyembahan dalam unity siang dan malam

 

 

II. 25 tahun kedua (2013 - sekarang) - prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang memiliki gaya hidup berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam dan yang melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini.

Memasuki 25 tahun yang kedua, Tuhan mau agar kita melakukan kehendak Bapa pada zaman ini, karena kita sedang memasuki Pentakosta ketiga yang berarti penuaian jiwa terbesar dan terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Jadilah penuai-penuai jiwa di akhir zaman. Amin (Sh)

Pesan Gembala Pembina Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo

 

TANDA AKHIR ZAMAN
YANG SEDANG TERGENAPI DARI KITAB WAHYU
(Bagian 4)

Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. (Wahyu 1:3)

3. KERUSAKAN LINGKUNGAN

Dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.” (Why 11:18)
Salah satu tujuan dari Masa Kesukaran Besar adalah untuk menghukum manusia yang telah “membinasakan bumi”, atau mereka yang dengan keserakahannya mencari keuntungan dengan cara merusak-kan lingkungan.
Pada waktu Allah menciptakan manusia, Allah menempatkan manusia di bumi untuk “berkuasa” (Kej 1:26) dan “mengusahakan dan memelihara” bumi (Kej 2:15). Tapi lihat kini, apa yang manusia lakukan terhadap bumi ini? Manusia merusakkannya! Keserakahan telah menciptakan kehancuran fatal terhadap lingkungan di bumi ini. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia telah berlaku kasar terhadap planet ini. Puncak kerusakan lingkungan terjadi sejak bangkitnya Revolusi Industri, apapun yang diciptakan manusia tidak pernah lepas dari efek samping yang merusak lingkungan. Inovasi terus dikembangkan, tidak lain untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, tapi dengan cara mengeruk sumber daya alam tanpa batas, menciptakan penemuan-penemuan yang menghasilkan limbah dan mencemari lingkungan secara permanen.

Memasuki era polusi dan sampah
Perusahaan-perusahaan menciptakan barang-barang bagus untuk dijual, namun meninggalkan limbah yang berbahaya, zat-zat pewarna dibuang ke sungai, zat-zat kimia berbahaya dibuang begitu saja ke laut, asap-asap industri dibiarkan menggantikan udara-udara segar dunia ini. Hutan-hutan dijarah untuk memenuhi kebutuhan kayu, pohon-pohonnya ditebang tanpa henti dan tidak ditanami kembali. Di lain kasus, ekosistem hutan yang kaya oleh berbagai jenis tanaman dibakar untuk membuka lahan dan kemudian fungsinya diubah menjadi perkebunan yang hanya ditanami oleh satu jenis tanaman saja, seperti kelapa sawit. Tentu ini mengakibatkan kepunahan banyak jenis tanaman.
Pembalakan hutan tanpa kendali ini terjadi di seluruh dunia, dan telah mengakibatkan bencana ekologi global pula, seperti: bencana alam, berkurangnya produksi oksigen bagi kebutuhan manusia dan makhluk hidup lainnya, berkurangnya cadangan air tawar, dan kepunahan spesies-spesies hewan akibat kerusakan ekosistem tempat mereka hidup.
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.9.jpgAllah menciptakan berbagai jenis hewan untuk “menemani” manusia, bahkan saat bencana banjir besar pada masa Nuh, Allah menyelamatkan mereka melalui bahtera, tujuannya apa? Agar mereka terpelihara dan tidak binasa, namun kini, demi keuntungan, manusia membiarkan spesies-spesies hewan dan tanaman satu per satu musnah karena hutan terus dijarah. Pengurangan jumlah hutan (deforestasi) juga akhirnya berdampak pada menurunnya produksi oksigen dunia, padahal disatu sisi jumlah karbon dioksida semakin meningkat karena gas-gas buang terus diproduksi, dan ini membahayakan kesehatan manusia. Penyakit baru yang berhubungan dengan saluran pernafasan, kanker, dan penyakit-penyakit lainnya yang disebabkan oleh polusi udara akhirnya bermunculan.
Udara bukan satu-satunya yang menanggung polusi, sebab pencemaran lingkungan terjadi di semua elemen bumi. Mulai dari tanah, air tanah, hingga air laut telah tercemar dan terpapar sampah dan polusi. Itu dikarenakan manusia terus menerus bereksperimen untuk menemukan penemuan-penemuan baru dengan mencampurkan unsur-unsur kimia baru yang pada akhirnya hanya menghasilkan limbah yang sangat berbahaya. Tanah, air, dan udara telah menanggung beban yang berat untuk menampung limbah berbahaya tersebut.

 

 

 

 

 

Perubahan iklim
Untuk menciptakan alat transportasi barang dan manusia, tanpa batas manusia menciptakan kendaraan-kendaraan yang menguras minyak bumi yang kemudian menghasilkan emisi gas buang. Emisi gas buang ini kemudian bersinergi dengan asap industri, pembangkit-pembangkit listrik, dan asap pembakaran sampah memenuhi atmosfer bumi yang kemudian menciptakan kerusakan udara, seperti: kualitas udara yang buruk, munculnya efek rumah kaca, menipisnya lapisan ozon, munculnya hujan asam, dan sebagainya. Yang kesemuanya itu akhirnya menciptakan perubahan iklim global, seperti: Meningkatnya suhu bumi, yang akan berakibat pada hilangnya lahan beku abadi dunia dan menciptakan banjir di pesisir-pesisir. Perubahan iklim juga akan mengakibatkan berbagai bencana, seperti kelebihan hujan di daerah tertentu yang mengakibatkan banjir, namun di daerah yang lain terjadi kekeringan parah. Itu terjadinya dikarenakan pergeseran musim dan mengakibatkan salah satu musim lebih lama dari musim yang lainnya.

Mengeruk sumber daya alam selagi masih ada
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.6.jpgBumi ini mengandung material-material yang berharga bagi manusia, seperti: minyak bumi, logam-logam mulia, batu-batu permata, hingga unsur-unsur kimia. Jika di tambang dengan bijak, kekayaan bumi tersebut tentu dapat mensejahterakan penduduknya. Tapi apa yang terjadi? Manusia menggali kekayaan alam ini tanpa batas, mengambil unsur-unsur berharganya hanya untuk keuntungan beberapa gelintir orang saja dan kemudian meninggalkan kerusakan lingkungan yang parah.
Allah menciptakan bumi ini dengan tujuan agar manusia dapat menikmati segala yang terbaik yang telah Allah sediakan di dunia ini. Manusia adalah pusat kasih Allah. Manusia adalah makhluk paling mulia dari semua ciptaan-Nya dan Allah telah menyediakan segala yang berharga di bumi ini bagi manusia. Tapi apa yang manusia lakukan terhadap bumi ini? Manusia merusakkannya!

 

 

 

 

 

Korupsi memperparah kerusakan lingkungan
Kita hidup di era kerusakan lingkungan yang parah. Kita terbiasa dengan polusi, sebab kita tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan-perusahaan besar yang menghasilkan limbah dan polusi memiliki dukungan dari oknum penegak hukum yang korup dan mereka sanggup menyewa oknum pengacara hebat untuk melindungi perbuatan mereka.
Dengan jalan itu Ia telah menganu-gerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” (II Pet 1:4)
Didalam terjemahan aslinya, kata “membinasakan” pada ayat di atas menggunakan kata “phthora” (Yun.) yang artinya “korupsi”. Kerusakan bumi memang selalu berhubungan dengan praktek korupsi.  Praktek korupsi telah merusakkan para oknum penegak hukum sehingga mereka berpihak pada perusahaan-persusahaan besar sekalipun mereka melakukan perusakan alam. Oknum penegak hukum memiliki kekuasaan, tapi mereka memerlukan uang untuk gaya hidup mewah; sedangkan perusahaan memang tidak memiliki kekuasaan, tapi mereka mempunyai banyak uang. Akhirnya ini menjadi simbiosis yang saling menguntungkan. Aparat yang korup akhirnya tidak berfungsi sebagaimana semestinya untuk melindungi seluruh masyarakat dan lingkungan, melainkan hanya melindungi orang-orang serakah yang mau membayarnya untuk mengeruk keuntungan dari sumber daya alam tanpa batas. Itulah sebabnya mengapa seorang nenek pengumpul kayu bakar dapat dihukum karena dianggap mencuri kayu, tapi pengusaha kayu kelas kakap yang menebang ribuan hektar hutan dapat tidak pernah dapat ditangkap.
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.7.jpgTidak ada keadilan lagi... Dan ini akan terus terjadi hingga cawan murka Allah terisi penuh...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Sumber kehancuran adalah: Manusia meninggalkan Allah-nya
Sebagai makhluk ciptaan Allah, manusia sebenarnya mengetahui tanggung jawab dan aturan bahwa alam harus dimanfaatkan dan dirawat. Namun sayang, kebanyakan manusia telah meninggalkan Allah yang sejati dan menyembah allah lain, yaitu Mamon. Manusia tidak lagi memandang lingkungan sebagai “sahabat”, tetapi sebagai “sang pemberi untung”, sehingga demi keuntungan yang besar, manusia tidak peduli pada kelestarian alam dan mengambil kekayaan alam melebihi apa yang dibutuh-kan, dan kemudian meninggalkan kerusakan lingkungan dan limbah.
Kebanyakan manusia muak dengan kehidupan yang miskin atau secukupnya, manusia cenderung tidak mau bersyukur dengan apa yang ada, tapi ingin kekayaan lebih dan lebih lagi. Akhirnya manusia berusaha untuk kaya. Bagaimana caranya? Yaitu dengan mengambil sumber daya alam tanpa batas, yang sebenarnya adalah milik Allah, dan kemudian menjualnya.
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.” (Pkh 5:10)
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.8.jpgSebenarnya ada cukup banyak makanan, air, bahan bakar, obat, dan udara segar bagi semua orang di dunia ini, tapi apa yang terjadi kini? Disatu sisi beberapa orang hidup dalam kelimpahan dan tinggal di lingkungan yang nyaman, sedangkan banyak orang hidup dalam kekurangan dan tinggal di lingkungan yang rusak.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanda akhir zaman
Jika kita melihat kerusakan lingkungan yang terjadi. Itu bukan suatu kebetulan. Jika kita perhatikan, kerusakan lingkungan yang hebat ini hanya terjadi di 100 tahun terakhir di lingkungan yang terjaga selama ribuan tahun sejak Allah menciptakannya. Mengapa demikian? Karena kita hidup di akhir zaman, kerusakan lingkungan adalah salah satu tanda akhir zaman. Kerusakan lingkungan adalah tanda kedatangan Tuhan Yesus Kristus.
Jika kita melihat berita dan mendengar kabar-kabar tentang bencana alam, ada suatu peningkatan jumlah dan intensitas bencana alam yang bersumber dari kerusakan lingkungan, seperti: Cuaca ekstrim, perubahan suhu, El Nino, El Nina, tanah longsor, banjir bandang, kekeringan, kebakaran hutan, kabut asap, polusi, sampah dan sebagainya sungguh sudah dalam tahap yang memprihatinkan. Dan itu bukan bencana alam alami, seperti halnya gempa bumi, itu semua adalah bencana alam yang terjadi akibat kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh manusia.
Melakukan perusakan lingkungan bukanlah pelanggaran yang sepele. Perhatikan nubuatan nabi Yesaya ini:
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.5.jpg
Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama. Bumi cemar karena penduduk-nya, sebab mereka melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi. Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi, dan penduduknya akan mendapat hukuman; sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap, dan manusia akan tinggal sedikit.” (Yes 24:4-6)
Di akhir zaman Allah akan berperkara dengan mereka yang terlibat dengan perusakan lingkungan, yang terlibat dengan korupsi, terhadap oknum-oknum yang menutup mata terhadap praktek perusakan lingkungan, dan terhadap mereka yang serakah mengambil sumber daya alam tanpa batas. Dengan apa Allah menghukum mereka? Yes 24:6, berkata: “mereka akan hangus lenyap!” Dengan apa mereka dihanguskan? Perhatikan tanda akhir zaman berikut ini...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. MATAHARI MULAI BERGEJOLAK

Dan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api.” (Why 16:8)
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.10.jpgPada hari pertama penciptaan, Allah berfirman untuk menciptakan bumi, maka terciptalah bumi. Pada waktu itu bumi belum berbentuk, kosong, dan gelap, tidak ada benua-benua ataupun pulau-pulau, seluruh permukaannya hanyalah hamparan air dalam kegelapan, dan Allah tinggal di kegelapan tersebut (Mzm 18:11). Kemudian Allah berfirman agar sebagian air di permukaan bumi menguap menjadi uap air, awan, dan kelembaban (Kej 1:6). Maka terjadilah seperti itu, sehingga air di permukaan bumi mulai berkurang. Kemudian Allah berfirman lagi untuk mengumpulkan air di suatu tempat ((Kej 1:9) yaitu di kedua kutub bumi untuk menjadi gunung-gunung es yang sangat besar (Ayub 38:22), dari sini air makin berkurang lagi sehingga tanah-tanah kering mulai bermunculan. Melalui firman-Nya, tanah-tanah kering ini kemudian bergerak sedemikian rupa sehingga terbentuklah benua-benua dan pulau-pulau seperti sekarang ini.
Semua keadaan yang tercipta di bumi tersebut sangat tidak stabil, karena kerak bumi yang keras sebenarnya berada di atas lapisan magma cair yang mengakibatkan permukaan bumi begitu labil dan mudah bergerak yang dapat mengakibatkan gempa bumi. Begitu juga air, tingkap-tingkap air di kutub dan di udara sangat tidak stabil, perubahan suhu sedikit saja dapat mencairkan semua air tersebut dan mengakibatkan seluruh permukaan bumi akan kembali tertutupi oleh air. Oleh karena itu, kemudian Allah menetapkan bahwa FIRMAN-Nya untuk menjaga keseimbangan alam semesta ini setiap waktu. Sehingga sekalipun keadaan alam semesta ini sangat ekstrim, namun tidak ada yang dapat membahayakan manusia. 
Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api...” (II Pet 3:7a)

 

 


Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.11.jpgKemudian Allah meneruskan proses penciptaan alam semesta ini, pada hari yang keempat Allah menciptakan benda-benda penerang di alam semesta ini, tak terhitung banyaknya. Salah satu benda penerang yang Allah ciptakan adalah matahari. Matahari adalah benda penerang yang diciptakan untuk menerangi bumi. Sebagai bintang, matahari dapat menghasilkan cahayanya sendiri melalui pembakaran api di seluruh permukaannya. Tapi seperti halnya air dan tanah bumi yang tidak stabil, api yang terdapat di matahari juga tidak stabil, sehingga Allah menetapkan Firman-Nya untuk menjaga api yang terpancar dari matahari ke bumi dalam porsi yang tepat, tidak lebih sehingga menghanguskan bumi, atau kurang sehingga bumi membeku.
Semua keseimbangan yang terjadi di alam semesta bukan terjadi secara kebetulan, tapi terpelihara oleh Firman. Bukan hanya bumi dan matahari, tapi SEMUA dipelihara oleh Allah melalui Firman. Rotasi benda-benda langit, gravitasi, suhu, pergerakan lapisan bumi, air, hujan, panas, musim, jumlah sel-sel dalam tubuh manusia, dan pergerakan atom-atom pada setiap materi ada dalam kendali Firman itu.
Sampai kapan Firman itu menjaga keseimbangan alam semesta ini? Selama manusia bersyukur kepada-Nya, dan taat pada perintah-perintah-Nya. Manusia pernah berbuat jahat kepada Allah sehingga Allah harus mencabut perlindungan-Nya dan membiarkan tingkap-tingkap air terbuka dan membiarkan seluruh es mencair sehingga akhirnya seluruh dunia ini terendam air kembali dan menewaskan semua manusia yang ada, hanya Nuh, keluarganya, dan perwakilan sepasang hewan-hewan Allah selamatkan melalui bahtera.
Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, di-musnahkan oleh air bah.” (II Pet 3:5-6)
Setelah peristiwa Air bah, Allah berjanji bahwa Ia tidak akan membinasakan bumi lagi dengan air (Kej 9:11). Tapi, jika dikemudian hari manusia memberontak kepada Allah lagi, melanggar ketetapan-ketetapan-Nya, melakukan dosa, dan tidak mau bersyukur untuk pemeliharaan-Nya, maka Allah berjanji bahwa Ia akan mencabut perlindungan-Nya lagi terhadap bumi, tapi bukan dari air, melainkan dari api.
Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari peng-hakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.” (II Pet 3:7)
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.4.jpgSampai saat ini, api itu masih tetap terjaga, namun tidak lama lagi, yaitu diakhir zaman seperti Why 16:8 katakan, suatu saat Allah akan mencabut perlindungan-Nya tersebut dan memberikan kuasa kepada matahari untuk membakar sebagian bumi ini untuk menghakimi orang-orang fasik yang tinggal didalamnya... Mengapa demikian? Mengapa Allah melakukan hal tersebut?
Manusia adalah makhluk yang lemah. Manusia hidup berdasarkan kasih karunia dan pemeliharaan Allah semata. Tapi sayang, manusia adalah makhluk yang angkuh. Manusia cenderung tidak mau taat kepada Allah. Manusia juga cenderung tidak mau mengakui keberadaan Allah, padahal setiap detik kehidupannya dalam perlindungan-Nya. Firman itu menopang semua kehidupan dari hal-hal berbahaya yang ada di alam semesta ini, salah satunya adalah perlindungan dari api matahari berupa badai matahari yang dapat menghanguskan bumi setiap waktu...
Apa itu badai matahari? Badai matahari adalah sebuah loncatan api (korona) yang terbentuk akibat aktivitas magnetis matahari. Aktivitas magnetis matahari ini mudah dideteksi, sebab itu terlihat jelas dari bumi dalam bentuk bintik hitam. Disebut bintik hitam karena terlihat seperti bintik-bintik berwarna gelap di matahari, sekalipun sebenarnya tidak berwarna hitam, melainkan tetap saja warna api, namun itu dikarenakan area terjadinya aktivitas magnetis matahari memiliki suhu yang lebih rendah dari suhu disekitarnya sehingga dari bumi terlihat seperti bintik hitam. Dan oleh karena diameter matahari sebesar 109 kali diameter bumi, maka sekalipun ukuran bintik hitamnya terlihat kecil dari bumi, namun sebenarnya luas bintik tersebut terkadang lebih besar dari ukuran planet bumi ini.
Dalam jumlah yang kecil (untuk ukuran matahari), fenomena bintik matahari sebenarnya hal yang normal. Bahkan sekalipun bintik matahari ini memiliki siklus 11 tahunan peningkatan aktivitas tetap tidak akan berpengaruh besar terhadap kehidupan di bumi ini. Namun demikian, memasuki tahun 1940-an, peneliti menemukan bahwa ternyata matahari menghasilkan lebih banyak bintik hitam dengan ukuran yang lebih besar, bahkan ukurannya telah lebih besar dari ukuran bulatan bumi. Aktifitas ini terus meninggkat dan meningkat hingga tahun 2000-an dan akan terus meningkat. Dengan jumlah dan luas yang semakin membesar, tentu ini sudah diluar batas normal, dan sangat berbahaya bagi bumi. Sehingga fenomena ini menjadi perhatian khusus para ahli astrofisika hingga akhirnya tersebar ke masyarakat umum.
Jika beberapa tahun yang lalu kita melihat trend kiamat 2012 yang pernah melanda dunia ini, bahkan kemudian dihubung-hubungkan dengan ramalan kiamat suku Maya dan kemudian Hollywood membuat film “2012”, itu semua adalah dampak dari isu meningkatnya aktivitas bintik matahari ini. Dan banyak orang percaya juga yang ikut-ikutan menjadi takut karena isu kiamat 2012 ini, mereka percaya bahwa dunia akan berakhir pada tahun itu oleh badai matahari. Padahal jika kita membaca II Pet 3:7 maka kita akan mengerti bahwa Allah, melalui Firman-Nya, senantiasa menjaga bumi dari aktivitas matahari ini. Kiamat, berakhirnya dunia ini, tidak akan mungkin terjadi sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali yang kemudian dengan kemunculan Antikristus. Sampai saat ini, badai matahari boleh terus terjadi dan bahkan aktivitasnya meningkat, tapi api yang dihasilkan badai matahari tidak akan bisa melewati batas-batas kekuasaan Firman-Nya yang melindungi bumi ini. Terpujilah Tuhan!

 

 

 

 

 

 


Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.14.jpgSekalipun demikian, peningkatan luas dan jumlah bintik matahari bukanlah fiksi ilmiah, cerita novel, atau berita hoax. Semakin banyak dan luasnya bintik matahari adalah benar adanya, tidak perlu alat khusus untuk melihat bintik matahari, kita dapat melihatnya sendiri hanya dengan sebuah kaca gelap dan menatap matahari, maka kita dapat melihat sebuah titik di matahari. Bintik ini diprediksi akan semakin membesar dan membuat semakin besar pulalah berpotensi badai matahari yang bisa dihasilkannya. Sejak tahun 1940-an, siklus 11 tahunan aktivitas matahari menunjukkan peningkatan yang luar biasa, dan menurut ilmuwan ini sungguh menghawatirkan.
Sebenarnya apa yang para ahli astrofisika khawatirkan mengenai fenomena meningkatnya luas dan aktivitas bintik matahari sudah lama tercatat di kitab Wahyu. Mereka tidak mengerti bahwa yang terjadi sebenarnya adalah matahari sedang menyusun kekuatan untuk hari yang sudah ditentukan Allah di akhir zaman. Bagi kita sebagai orang percaya, apa yang dapat kita pelajari dari meningkatnya luas dan aktivitas bintik matahari tersebut? Ini adalah petunjuk bahwa hari Tuhan sudah dekat! Hari penghukuman sudah diambang pintu. Tanda-tanda kedatangan-Nya semakin nyata, bukan hanya tanda-tanda di bumi seperti semakin meningkatnya penggunaan tanda bilangan 666, tapi tanda-tanda di langit pun memberi tahu bahwa hari kedatangan Kristus sudah diambang pintu. Meningkatnya aktivitas matahari adalah tanda akhir zaman! Matahari sedang mengumpulkan kekuatannya untuk hari penghukuman yang sudah Allah tentukan untuk membinasakan orang-orang jahat di dunia ini. 

 


Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.2.jpgDan malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk memuliakan Dia.” (Why 16:8-9)

 

 

 

 

 

 


Apa yang akan terjadi setelah malaikat keempat menumpahkan cawan murka Allah ke atas matahari?
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.15.jpgSebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya. Kepada dunia akan Kubalaskan kejahatannya, dan kepada orang-orang fasik kesalahan mereka; kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan, dan kecongkakan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan. Aku akan membuat orang lebih jarang dari pada emas tua, dan manusia lebih jarang dari pada emas Ofir.” (Yes 13:10-12)
Matahari akan menjadi gelap! Gelap karena apa? Ada yang berpendapat ini karena gerhana matahari. Tapi itu tidak mungkin, gerhana matahari tidak akan menciptakan bencana, lagi pula peristiwa gerhana matahari hanya terjadi beberapa detik saja, paling lama hitungan menit, bagaimana itu bisa berbahaya bagi bumi? Jadi mengapa matahari menjadi gelap? Jawabannya adalah bintik hitam yang membesar. Bahkan sangat besar, sehingga matahari terlihat sangat gelap. Tapi apa yang terjadi kemudian? Jika bintik matahari yang terjadi di matahari sangat luas, maka badai matahari yang terjadi juga akan sangat-sangat hebat. Setelah matahari menjadi gelap, maka seketika itu juga terjadi ledakan besar masa api atau “semburan matahari” dari atmosfer matahari. Dan jika itu terjadi, maka dalam beberapa hari masa api tersebut akan sampai ke bumi, menghanguskan apa saja yang dilewatinya. Matahari yang tadinya gelap karena bintik hitam yang membesar, seketika itu berubah menjadi bintang yang menghanguskan, karena panasnya kini berlipat-lipat kali. Ini sungguh mengerikan, bahkan Yes 13:10-12 tadi mengambarkan bahwa manusia pada waktu itu akan lebih langka dari emas tua, apa artinya? Artinya milyaran orang akan mati akibat bencana ini. Jumlah penduduk bumi turun drastis paska bencana matahari ini, belum lagi mereka yang selamat tapi menderita luka bakar permanen atau terkena kanker kulit. Ini sungguh mengerikan, semoga dari antara kita tidak ada yang mengalami murka Allah ini.
Dari mulai diciptakan, matahari tidak berkuasa atas bumi dan manusia. Firman itu menjaga batas-batas api dan suhu yang dapat memasuki bumi. Tapi kelak, di akhir zaman, murka Allah akan dicurahkan melalui cawan murka-Nya, dan Firman yang selama ini melindungi bumi dari api matahari akan terangkat, dan yang terjadi kemudian adalah kebalikannya sebab Allah memberikan kuasa kepada matahari untuk menghanguskan sebagian permukaan bumi, yang tentunya akan menewaskan dan membuat cacat banyak sekali manusia dengan luka bakar. Mereka adalah orang-orang yang selama ini berlaku jahat terhadap Allah, sesama dan lingkungan.
Kepada Nuh Allah berjanji bahwa Ia tidak akan pernah lagi membinasakan bumi ini dengan air. Tapi Allah berjanji bahwa di akhir zaman Ia akan mengizinkan api membinasakan sebagian dari bumi. Itu terjadi saat dosa manusia telah memenuhi cawan murka Allah, sehingga Allah memerintahkan malaikat-Nya untuk melemparkan cawan tersebut ke matahari. Saat itu bumi akan dihanguskan oleh nyala matahari yang dahsyat. Kota-kota akan hangus, iklim berubah total, sebagian besar satelit akan mati, dan sebagainya. Badai matahari sangatlah menyakitkan dan mematikan, tapi aneh, sekalipun malapetaka badai matahari ini sangat dahsyat, namun Alkitab mencatat bahwa manusia tetap tidak mau bertobat dari dosa-dosanya. Padahal, nyala api yang membakar bumi Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.0.jpgsungguh sangat panas, yaitu 7 kali lipat dari suhu biasanya...
Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.” (Yes 30:26)
Panasnya semburan dan suhu matahari yang datang ke bumi sangat-sangat panas dan terang, bahkan pantulan cahayanya saja yang biasa dipantulkan oleh bulan di malam hari akan sangat terang. Insentitas cahaya bulan purnama saat itu akan sama teriknya seperti matahari di siang hari, mungkin karena bulan juga terbakar akibat semburan matahari. Tidak dapat dibayangkan betapa menderitanya manusia pada saat itu. Tapi itu adalah upah yang harus manusia terima akibat melawan Allah selama ini. Ini juga adalah penghukuman Allah atas kerusakan bumi yang dilakukan manusia di hari-hari terakhir ini.

 

 

 

 

Penghakiman atas Babel
Mengapa Allah menghukum bumi dan penduduknya dengan nyala api matahari? Jika kita membaca Wahyu 16 tentang “ketujuh malapetaka”, pasal tersebut kemudian dilanjutkan dengan Wahyu 17 tentang “penghakiman atas Babel”. Jadi ketujuh malapetaka yang Allah izinkan terjadi di bumi ini adalah untuk menghukum Babel besar! Siapa Babel besar itu? Ia adalah sistem dunia ini yang salah satu kesalahannya adalah mengeruk kekayaan alam dengan hawa nafsunya untuk menjadi kaya raya (Why 18:3). Didalam terjemahan bahasa Inggris (NKJV) salah judul dari Wahyu 17 adalah adalah : “Mystery Babylon the Great, the Mother of Harlots and of the Abomination of the Earth”. Arti dari “the Abomination of the Earth” adalah: “Sang pembinasaan terhadap bumi”. Babel besar bertanggung jawab terhadap kerusakan alam yang kita tinggali ini, yang oleh keserakahannya menciptakan kehancuran alam dan menyisakan limbah dan polusi. Pohon-pohon ditebang tanpa batas, sumber daya alam dikeruk sebanyak-banyaknya, dan akhirnya lingkungan hidup menjadi rusak.
Inilah mengapa Allah mengizinkan dunia dan semua penduduknya menerima malapetaka yang hebat dari matahari. Sebab itulah penghukuman yang Allah sediakan bagi segala pelanggaran dan dosa manusia selama ini. Babel besar, si ekonomi dunia yang makmur, penguasa-penguasa dunia, raja-raja, panglima-panglima, ekonom-ekonom, orang-orang kaya, pialang-pialang, penjual-penjual, mereka semua akan dibinasakan, dihancurkan, dan dihakimi. Penghukuman terhadap Babel besar sungguh mengerikan, tapi disisi yang lain, kejatuhan Babel besar, masa sukacita bagi lingkungan hidup...
Juga pohon-pohon sanobar dan pohon-pohon aras di Libanon bersukacita karena kejatuhanmu, katanya: ‘’ (Yes 14:8)
Dengan jatuhnya Babel besar, maka pohon-pohon bersukacita, sebab itu artinya tidak ada lagi orang-orang serakah yang akan menebang mereka, mengeruk sumber daya alam, dan merusak lingkungan seperti selama ini, sebab mereka semua telah dibinasakan. Bersambung (VS.) 
Description: G:\gbisukawarna\web_2014\buletin_doa\bulet_terbaru\226.17 [50%].jpg